Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

Merajut Ulang Keadilan SosialIHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik Ideologi Kesehatan Indonesia Bersama Prof Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor
Merajut Ulang Keadilan SosialIHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik Ideologi Kesehatan Indonesia Bersama Prof Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

Menerjemahkan “Ideologi Kesehatan” Menjadi Aksi dan Publikasi Formal

Sebagai wadah think-tank kebijakan kesehatan independen, IHDC memformulasikan rumusan yang tidak berdiri sendiri. Direktur Eksekutif IHDC, DR. Dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, memimpin arah advokasi strategis dari diskusi ini guna melahirkan Validasi dan Blueprint Ideologi Kesehatan Indonesia yang komprehensif. Kajian transdisiplin ini memuat total enam dimensi kerangka kerja: Kedaulatan, Komunitas & Solidaritas, Kesetaraan, Jaminan Pembiayaan Berkelanjutan, Pendidikan & Promosi, serta Tata Kelola. Bagi masyarakat luas, Blueprint Ideologi Kesehatan ini pada dasarnya adalah kerangka kerja yang menolak pandangan bahwa kesehatan hanyalah komoditas bisnis semata. Sebaliknya, cetak biru ini mengembalikan kesehatan sebagai hak dasar manusia dan tanggung jawab negara yang berlandaskan gotong royong. Hasil dari seluruh rangkaian diskusi dan live harvesting gagasan dari publik ini tidak hanya berhenti sebagai wacana, tetapi saat ini tengah disintesis menjadi sebuah dokumen riset kebijakan kualitatif yang akan dipublikasikan secara formal sebagai rujukan strategis reformasi sistem kesehatan nasional.

Diskusi publik ini dirancang sebagai wadah structured public deliberation yang dibagi ke dalam dua sesi panel utama bersama para pakar dan tokoh masyarakat dengan keahlian paripurna:

Panel 1: Kedaulatan & Tata Kelola Kesehatan

Sesi ini membedah kemandirian pangan, gizi, kedaulatan industri farmasi, hingga desentralisasi pembiayaan pusat-daerah, yang dibahas oleh: Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS (Pakar Gizi / Guru Besar Tetap Ilmu Gizi, Ketua MWA IPB University), Ogy Winenriandhika (Wakil Sekretaris Jenderal, Asosiasi Healthtech Indonesia), Prof. dr. Adang Bachtiar, MPH., ScD. (Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi PP IAKMI), dr. A. Fardianto (Sekretaris Jenderal PERDOKJASI, mewakili sektor pembiayaan kesehatan nasional), Diah Mardhotillah (Koordinator Manajemen Pengetahuan, PATTIRO), Bapak Kevin (Mewakili Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah / KPPOD)

Panel 2: Komunitas & Solidaritas, dan Kesetaraan

Sesi ini mengupas pengakuan infrastruktur sosial seperti kader kesehatan (yang menjadi ujung tombak di desa), kesetaraan gender, dan hak afirmasi bagi wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), yang dihadiri oleh: dr. Ekasakti Octohariyanto (Sekretaris Jenderal DPP APKESMI), Caroline Thomas (Penggerak Organisasi Kemitraan Indonesia Sehat & Yayasan Peduli Hati Bangsa), Natasya Sitorus (Aktivis Kesehatan, Aliansi Nasional untuk Anak dengan HIV), Dr. Warsiti, S.Kp, M.Kep, Sp.Mat. (Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah), Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, S.Sos, M.Si (Sekretaris Umum PP Aisyiyah), Siska Verawati, SKM (Analis Mitigasi Bencana Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta / Alumni Pencerah Nusantara), Ilham Rusting, S.Gz., S.H. (Nutrisionis Puskesmas Kepulauan Seribu Selatan, mewakili suara wilayah 3T)

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait