JAKARTA, CILACAP.INFO – Besaran cicilan yang ideal umumnya disesuaikan dengan kemampuan finansial agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Salah satu cara yang sering digunakan untuk mengukurnya adalah melalui Debt Service Ratio (DSR) atau rasio cicilan terhadap pendapatan.
Dengan memahami debt service ratio adalah apa dan bagaimana cara menghitungnya, kamu dapat mengambil keputusan finansial yang lebih bijak sebelum mengajukan pinjaman.
Mengelola cicilan dengan baik tidak hanya membantu menjaga arus kas tetap sehat, tetapi juga mengurangi risiko keterlambatan pembayaran di masa depan.
Debt Service Ratio Adalah Apa?
Debt Service Ratio adalah rasio yang menunjukkan perbandingan antara total kewajiban cicilan bulanan dengan pendapatan bulanan. Rasio ini sering digunakan oleh lembaga keuangan sebagai salah satu pertimbangan dalam menilai kemampuan membayar calon peminjam.
Semakin besar persentase DSR, semakin besar pula porsi penghasilan yang digunakan untuk membayar cicilan. Karena itu, penting untuk menjaga agar cicilan tetap sesuai dengan kemampuan keuangan.
Berapa Persen Cicilan dari Gaji yang Disarankan?
Tidak ada angka yang berlaku sama untuk semua orang maupun menjadi ketentuan baku. Namun, banyak perencana keuangan menyarankan agar total cicilan bulanan tidak mengambil porsi terlalu besar dari pendapatan sehingga masih tersedia dana untuk kebutuhan pokok, tabungan, dana darurat, dan tujuan keuangan lainnya.
Besaran yang sesuai dapat berbeda pada setiap orang, tergantung pada:
– Jumlah penghasilan
– Pengeluaran rutin
– Jumlah tanggungan keluarga
– Dana darurat yang dimiliki
– Tujuan keuangan jangka panjang
Karena itu, sebelum mengajukan pinjaman, lakukan evaluasi kondisi keuangan secara menyeluruh.
Rumus Debt Service Ratio
Untuk mengetahui kemampuan membayar cicilan, kamu dapat menggunakan rumus debt service ratio berikut:
Debt Service Ratio (DSR) = Total cicilan bulanan ÷ Pendapatan bulanan × 100%
Contoh Perhitungan
Misalnya:
Pendapatan bulanan: Rp8.000.000
Total cicilan bulanan: Rp2.000.000
Maka:
DSR = (Rp2.000.000 ÷ Rp8.000.000) × 100%
Hasilnya adalah 25%.
Artinya, sekitar 25% dari pendapatan bulanan digunakan untuk membayar cicilan, sedangkan sisanya masih dapat dialokasikan untuk kebutuhan hidup, tabungan, investasi, maupun pengeluaran lainnya.
Perhitungan ini hanya merupakan ilustrasi dan bukan penilaian kelayakan kredit.
Mengapa Menghitung DSR Itu Penting?
Menghitung DSR sebelum mengajukan pinjaman memberikan beberapa manfaat, antara lain:
– Membantu mengetahui kemampuan membayar cicilan
– Mengurangi risiko kesulitan keuangan
– Membantu menyusun anggaran bulanan
– Menjaga keseimbangan antara cicilan dan kebutuhan rumah tangga
Tampilkan Semua