JAKARTA, CILACAP.INFO – Harga emas diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan di penghujung pekan ketiga bulan Juli di tengah dominasi sentimen bearish yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai bahwa arah pergerakan emas masih cenderung melemah karena sejumlah indikator teknikal belum memberikan sinyal pembalikan tren yang meyakinkan. Di saat yang sama, pelaku pasar juga tengah menantikan rilis sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat yang diperkirakan akan memengaruhi pergerakan dolar AS dan menjadi penentu arah harga emas dalam jangka pendek.
Menurut analisis teknikal Dupoin Futures, harga emas masih berada dalam struktur tren turun pada time frame harian. Kondisi ini terlihat dari ketidakmampuan harga untuk menembus area resistance penting yang selama beberapa sesi terakhir terus membatasi ruang kenaikan. Selama level resistance tersebut belum berhasil ditembus, Dupoin Futures menilai peluang pelemahan masih lebih dominan dibandingkan potensi penguatan. Oleh karena itu, skenario utama yang dipantau saat ini adalah kelanjutan tren bearish dengan target menuju area support di kisaran 3.942. Apabila tekanan jual semakin kuat dan level tersebut berhasil ditembus, maka harga emas diproyeksikan berpotensi melanjutkan penurunan menuju 3.782 sebagai target support berikutnya.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa dominasi seller masih menjadi faktor utama yang mengendalikan pergerakan pasar. Meskipun sesekali terjadi upaya rebound, kenaikan tersebut belum mampu mengubah struktur tren secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa minat beli masih belum cukup kuat untuk membalikkan arah pergerakan harga. Selama tekanan jual tetap mendominasi dan harga masih bergerak di bawah area resistance, Dupoin Futures memandang bahwa tren bearish masih menjadi acuan utama bagi pelaku pasar.
Dari sisi indikator teknikal, Dupoin Futures juga menyoroti posisi Moving Average (MA) 21 yang masih berada di atas pergerakan harga. Keberadaan indikator tersebut memperlihatkan bahwa Moving Average masih berfungsi sebagai dynamic resistance, sehingga setiap kenaikan harga berpotensi menghadapi tekanan jual baru. Dengan kondisi tersebut, peluang harga untuk mencatatkan penguatan yang berkelanjutan masih relatif terbatas hingga muncul sinyal breakout yang valid di atas area resistance.
Selain itu, indikator Stochastic Oscillator juga masih bergerak menuju area oversold, yang mengindikasikan bahwa momentum pelemahan masih berlangsung. Meski posisi oversold sering kali dihubungkan dengan peluang terjadinya technical rebound, Dupoin Futures menilai bahwa kondisi tersebut belum cukup menjadi dasar untuk menyimpulkan adanya perubahan tren. Selama belum ada konfirmasi dari pergerakan harga maupun indikator lainnya, tekanan bearish diperkirakan masih akan menjadi faktor dominan dalam perdagangan emas.
Tampilkan Semua