Dua Demokrasi, Satu Ruang Digital Bersama: Makna Kunjungan Modi ke Jakarta bagi Pedagang Kecil dan Konsumen Indonesia

Dua Demokrasi Satu Ruang Digital Bersama Makna Kunjungan Modi ke Jakarta bagi Pedagang Kecil dan Konsumen Indonesia
Dua Demokrasi Satu Ruang Digital Bersama Makna Kunjungan Modi ke Jakarta bagi Pedagang Kecil dan Konsumen Indonesia

Indonesia sesungguhnya juga sedang membangun sesuatu yang tidak kalah penting, meskipun melalui pendekatan yang berbeda. Standar pembayaran nasional QRIS yang dikembangkan Bank Indonesia telah menciptakan interoperabilitas pembayaran bagi para merchant di seluruh Indonesia, sama seperti peran lapisan QR pada UPI di India. Dengan satu standar pembayaran yang dapat digunakan lintas bank maupun dompet digital, jutaan pelaku UMKM berhasil masuk ke dalam ekonomi digital formal. Namun Indonesia memiliki tantangan yang berbeda. Dengan lebih dari 270 juta penduduk yang tersebar di ribuan pulau, serta pengembangan identitas digital dan pertukaran data nasional yang terus berlangsung, Indonesia menghadapi persoalan rekayasa sistem yang tidak sama dengan India. Berbagai tantangan tersebut telah diatasi melalui pendekatan yang dirancang sesuai dengan karakteristik Indonesia sendiri.

Justru karena itulah kolaborasi ini menjadi sangat penting. Bukan karena satu negara dianggap telah menyelesaikan seluruh pekerjaannya sementara negara lain belum, melainkan karena dua demokrasi terbesar dan paling beragam di dunia sama-sama sampai pada kesimpulan bahwa infrastruktur digital akan bekerja paling baik apabila dibangun sebagai ruang publik yang terbuka (digital commons), bukan sebagai taman berpagar yang hanya dapat diakses oleh segelintir pihak.

Mengapa Ini Lebih Penting bagi Pelaku Kecil

Ukuran keberhasilan sebuah Digital Public Infrastructure sesungguhnya bukanlah seberapa sering namanya disebut dalam komunike G20 atau forum internasional lainnya. Ukuran yang sesungguhnya jauh lebih sederhana: apakah infrastruktur tersebut mampu mengubah kehidupan pedagang kecil yang tidak memiliki anggaran pemasaran, serta konsumen yang memiliki keterbatasan akses internet dan perangkat digital.

Pengalaman ONDC di India—meskipun masih menghadapi berbagai tantangan pada tahap awal implementasinya—telah menunjukkan satu hal yang sangat nyata. Ketika fondasi perdagangan digital dibangun sebagai infrastruktur publik yang terbuka dan interoperabel, pedagang kecil tidak lagi bergantung pada algoritma sebuah platform untuk dapat bertahan. Produk mereka dapat ditemukan oleh pembeli melalui berbagai aplikasi yang terhubung ke jaringan tersebut. Berbagai studi independen terhadap UMKM yang bergabung dengan ONDC di kota-kota kecil India juga menunjukkan adanya peningkatan pendapatan yang cukup berarti setelah mereka menjadi bagian dari jaringan terbuka tersebut. Temuan ini menjadi bukti awal bahwa infrastruktur digital yang terbuka benar-benar mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha yang sebelumnya tidak memiliki kemampuan membiayai akuisisi pelanggan melalui platform digital tertutup.

Indonesia memiliki sekitar 64 juta pelaku UMKM yang, menurut data pemerintah, menyerap sebagian besar tenaga kerja nasional. Namun, mereka masih menghadapi persoalan yang serupa dengan yang dialami pelaku usaha kecil di banyak negara lain, yakni akses digital yang terfragmentasi, ketergantungan pada segelintir marketplace besar, serta posisi tawar yang terbatas dalam menentukan besaran komisi. Di sinilah Indonesia Open Network (ION) menawarkan solusi yang nyata. ION tidak hanya dirancang untuk mendukung transaksi perdagangan barang, tetapi juga berpotensi menjadi infrastruktur terbuka bagi layanan kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga layanan keuangan yang berjalan melalui protokol yang sama. Sistem logistik pun tidak lagi dipandang sebagai hambatan yang harus diatasi sendiri oleh pelaku usaha kecil, melainkan menjadi layanan bersama yang terintegrasi di dalam jaringan. Keuntungan terbesar Indonesia adalah tidak perlu memulai semuanya dari nol. Indonesia dapat memanfaatkan berbagai pengalaman ONDC selama beberapa tahun terakhir, termasuk berbagai tantangan dan pembelajaran yang telah diperoleh India, tanpa harus mengeluarkan biaya dan waktu yang sama untuk mengulang proses tersebut.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait