Prinsip-prinsip tersebut berlaku secara universal karena menjawab tantangan ekonomi yang dihadapi hampir semua negara.
Sementara itu, lapisan kedua adalah implementasi.
Dan implementasi tidak pernah bersifat universal.
Ia sepenuhnya bergantung pada kondisi lokal.
Membangun di Atas Aset Digital Nasional yang Sudah Dimiliki
Salah satu kesalahpahaman yang sering muncul adalah anggapan bahwa membangun Public Digital Infrastructure (PDI) berarti mengganti seluruh sistem digital yang telah ada.
Padahal, justru sebaliknya.
Infrastruktur digital yang berhasil selalu dibangun di atas fondasi yang telah dimiliki sebelumnya.
Indonesia telah menginvestasikan sumber daya yang sangat besar dalam membangun berbagai aset digital nasional.
Perbankan memiliki hubungan yang kuat dengan puluhan juta nasabah yang telah memercayakan layanan keuangannya. Perusahaan telekomunikasi berinteraksi setiap hari dengan jutaan pelanggan. Peritel mengelola ekosistem loyalitas pelanggan yang semakin matang.
Perusahaan logistik terus memperluas jaringan distribusi ke seluruh Indonesia. Infrastruktur pembayaran digital telah mencapai tingkat interoperabilitas yang sangat baik. Pemerintah juga terus mendigitalisasi berbagai layanan publik.
Semua itu bukanlah hambatan bagi Public Digital Infrastructure.
Sebaliknya, seluruh aset tersebut merupakan fondasi utama yang dapat dimanfaatkan.
Karena itu, tujuan PDI bukan menggantikan platform digital yang sudah ada.
Tujuannya adalah menghubungkan seluruh platform tersebut.
Alih-alih mendorong setiap organisasi membangun ekosistemnya sendiri-sendiri, Public Digital Infrastructure memungkinkan berbagai ekosistem yang telah ada saling berinteraksi melalui standar yang sama, tanpa menghilangkan persaingan.
Masing-masing pelaku tetap bersaing melalui inovasi.
Yang berubah hanyalah biaya untuk berkolaborasi menjadi jauh lebih rendah.
Nilai Terbesar Berada pada Jaringan
Transformasi digital selama ini mendorong organisasi berpikir secara individual.
Setiap perusahaan membangun aplikasinya sendiri.
Ekosistem merchant sendiri.
Integrasi pembayaran sendiri.
Kemitraan logistik sendiri.
Strategi akuisisi pelanggan sendiri.
Pendekatan seperti ini pada akhirnya menciptakan banyak duplikasi.
Public Digital Infrastructure mengubah cara pandang tersebut.
Yang dioptimalkan bukan lagi organisasi secara individu, melainkan jaringan secara keseluruhan.
Perbedaan ini sangat mendasar.
Nilai ekonomi masa depan semakin banyak tercipta bukan dari organisasi yang berdiri sendiri, melainkan dari interaksi antarorganisasi.
Sebuah bank akan menciptakan nilai lebih besar ketika nasabahnya dapat bertransaksi dengan ribuan merchant.
Merchant memperoleh manfaat lebih besar ketika mereka dapat menjangkau jutaan nasabah bank.
Perusahaan logistik menjadi lebih efisien ketika dapat melayani berbagai platform perdagangan digital sekaligus.
Lembaga keuangan juga dapat mengambil keputusan pembiayaan dengan lebih baik ketika memiliki riwayat transaksi yang lebih kaya dan komprehensif.
Tampilkan Semua
