Ikatan Indonesia–India yang Tak Terpisahkan

Ikatan Indonesia–India yang Tak Terpisahkan
Ikatan Indonesia–India yang Tak Terpisahkan

JAKARTA, CILACAP.INFOIndia dan Indonesia dipisahkan oleh Samudra Hindia, tetapi dipersatukan oleh sejarah, budaya, perdagangan, dan nilai-nilai yang sama.

Hubungan kedua negara tidak pernah semata-mata dibangun melalui perdagangan atau perjanjian diplomatik, melainkan tumbuh dari penghormatan terhadap keberagaman, toleransi, dan persahabatan yang telah terjalin selama berabad-abad.

Kini, ada satu dimensi baru yang perlu mendapat perhatian lebih besar, yakni pendidikan tinggi dan riset sebagai jembatan strategis yang akan memperkuat hubungan kedua negara di masa depan.

Hal ini menjadi semakin penting di tengah perubahan geopolitik dan pesatnya perkembangan teknologi.

India dan Indonesia merupakan dua negara berkembang yang tengah bertransformasi menjadi kekuatan menengah (middle powers) dengan potensi besar untuk memainkan peran yang lebih menentukan dalam tatanan global.

Agar mampu memanfaatkan momentum tersebut, keduanya perlu berinvestasi bukan hanya pada infrastruktur fisik dan ekonomi, tetapi juga pada ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Perjalanan pembangunan India dan Indonesia memiliki banyak kesamaan. Rata-rata usia penduduk India sekitar 29 tahun, sementara Indonesia 31 tahun.

Secara bersama-sama, kedua negara mewakili hampir seperlima populasi dunia. Keduanya juga termasuk masyarakat yang sangat terkoneksi secara digital.

Kawasan Asia-Pasifik merupakan pengguna media sosial terbesar di dunia, dengan India dan Indonesia menjadi dua negara yang paling aktif memanfaatkan berbagai platform seperti Facebook, WhatsApp, X, dan YouTube, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun dalam situasi darurat.

Bonus demografi yang besar ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan, yakni bagaimana memastikan generasi mudanya memperoleh pendidikan yang lebih baik, kesempatan ekonomi yang lebih luas, dan kualitas hidup yang semakin tinggi sebelum momentum tersebut berlalu.

Selama bertahun-tahun, kedua negara mengandalkan sistem pendidikan tinggi dan model penelitian yang banyak mengacu pada Barat.

Namun, model tersebut kini menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi pendanaan maupun relevansinya terhadap tantangan masa depan.

Seiring semakin memudarnya warisan kolonial dan hadirnya generasi baru yang tumbuh bersama teknologi, menjadi wajar apabila pemerintah India dan Indonesia mulai memberikan perhatian yang jauh lebih besar pada pembangunan kapasitas riset dan inovasi di bidang-bidang yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Indonesia telah mengambil langkah penting melalui pembentukan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada 2010 dengan dana abadi sekitar 10 miliar dolar AS untuk mendukung pendidikan tinggi, penelitian, dan beasiswa.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait