Indonesia Bergabung dalam Acara Pameran Sarung Tangan Karet Internasional Terbesar Sepanjang Sejarah yang Akan Diselenggarakan di Kuala Lumpur

Indonesia Joins Lineup of the Largest Ever International Rubber Glove
Indonesia Joins Lineup of the Largest Ever International Rubber Glove

JAKARTA, CILACAP.INFO – The 12th International Rubber Glove Conference and Exhibition (12th IRGCE 2026) dengan tema “Synergising Innovations: Redefine the Future of the Glove Ecosystem.” telah mencapai sebuah tonggak bersejarah.

Sebanyak 600 booth telah terisi oleh peserta pameran dari 15 wilayah termasuk Thailand, Indonesia, Vietnam, Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, Arab Saudi, Inggris, dan lainnya, menjadikannya IRGCE terbesar yang pernah diselenggarakan sejak pertama kali pada tahun 2002.

Acara ini diperkirakan akan menarik lebih dari 1.000 delegasi konferensi dan lebih dari 10.000 pengunjung dari lebih dari 70 negara.

Diselenggarakan oleh Malaysian Rubber Glove Manufacturers Association (MARGMA), dengan Malaysian Rubber Council (MRC) sebagai co-host, 12th IRGCE 2026 akan berlangsung pada 8 hingga 10 September 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia.

Tambahan unik pada konferensi tahun ini adalah INNOVATE@IRGCETalk, sebuah panggung pengetahuan khusus yang akan menyoroti inovasi terobosan dan perkembangan global dalam material generasi baru, manufaktur pintar, dan produksi berkelanjutan.

Konferensi yang lebih besar ini akan menampilkan enam pembicara pleno lokal dan internasional, termasuk Dr. Robert G. Hamilton, Profesor Kedokteran dan Patologi di Johns Hopkins University, Amerika Serikat, bersama dengan 36 pembicara lainnya yang membahas berbagai topik di seluruh ekosistem sarung tangan karet.

Soft launch acara dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terbaru dengan para sponsor diresmikan oleh Dato’ Dr. Zairossani Mohd Nor, Direktur Jenderal Malaysian Rubber Board (MRB), yang mewakili YB Datuk Seri Dr. Noraini Ahmad, Menteri Perkebunan dan Komoditas.

Dukungan Menteri tersebut menegaskan komitmen berkelanjutan kementerian terhadap pengembangan industri sarung tangan karet Malaysia.

Sektor sarung tangan karet Malaysia tetap menjadi kontributor utama dalam pendapatan ekspor produk karet nasional dan terus bergerak naik dalam rantai nilai, didukung oleh penelitian dan pengembangan yang lebih kuat, otomatisasi, pengembangan talenta, manufaktur berkelanjutan, serta integrasi yang lebih erat antara segmen hulu dan hilir.

Daya saing masa depan industri sarung tangan karet harus dibangun di atas kualitas, inovasi, produktivitas, keberlanjutan, dan kepercayaan.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait