Indonesia Bergabung dalam Acara Pameran Sarung Tangan Karet Internasional Terbesar Sepanjang Sejarah yang Akan Diselenggarakan di Kuala Lumpur

Indonesia Joins Lineup of the Largest Ever International Rubber Glove
Indonesia Joins Lineup of the Largest Ever International Rubber Glove

Acara ini menyoroti pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara industri, lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat ekosistem pendukung yang diperlukan bagi pertumbuhan jangka panjang.

MARGMA, MRC, dan Malaysian Rubber Board (MRB) telah mendorong inisiatif berorientasi masa depan seperti Malaysia Made Glove initiative serta upaya keberlanjutan yang lebih luas yang bertujuan memperkuat kredibilitas industri, ketahanan, dan kepercayaan pasar internasional.

Dengan meningkatnya pentingnya ketertelusuran rantai pasok, transparansi yang lebih besar dan tata kelola yang lebih kuat di seluruh industri sarung tangan karet menjadi hal yang esensial.

Dalam hal ini, perizinan yang relevan oleh Malaysian Rubber Board bagi produsen sarung tangan karet tetap penting dalam menjaga standar internasional serta melindungi integritas, kredibilitas, dan daya saing industri sarung tangan karet Malaysia.

Presiden MARGMA, Mr. Oon Kim Hung, mengatakan bahwa lingkungan operasional global telah menjadi lebih menantang, dengan industri menghadapi persaingan yang lebih ketat, meningkatnya ekspektasi kepatuhan, kompleksitas regulasi, serta pengawasan global yang lebih tinggi terkait kualitas, ketertelusuran, standar ketenagakerjaan, dan keberlanjutan.

“Industri sarung tangan karet saat ini beroperasi dalam lingkungan yang sangat berbeda. Kesuksesan masa lalu saja tidak cukup. Malaysia harus terus membedakan diri melalui kualitas, keandalan, kepatuhan, dan kredibilitas,” kata Mr. Oon.

Ia menambahkan bahwa IRGCE telah berkembang menjadi titik temu global bagi seluruh ekosistem sarung tangan dan tetap menjadi platform penting bagi pelaku industri untuk bertukar pengetahuan, membangun kemitraan, dan membentuk masa depan industri.

MARGMA juga menegaskan kembali pentingnya membangun pipeline talenta masa depan industri. Sejalan dengan hal ini, MARGMA telah secara aktif mendukung penguatan hubungan antara industri dan akademisi, termasuk kolaborasi terbarunya dengan Monash University Malaysia untuk memperkenalkan program Master khusus dalam Colloids and Latex Technology.

Inisiatif ini mencerminkan upaya yang disengaja untuk membangun kapasitas ilmiah dan teknis yang lebih dalam dalam industri guna mendukung fase berikutnya dari daya saing dalam ilmu material, optimasi proses, inovasi produk, dan kinerja keberlanjutan.

Ke depan, MARGMA telah menetapkan empat pilar strategis untuk mempertahankan ketahanan dan kepemimpinan global industri sarung tangan karet Malaysia:

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait