JAKARTA, CILACAP.INFO – PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai market leader industri jalan tol di Indonesia terus membuktikan komitmennya dalam menghubungkan berbagai wilayah sekaligus menggerakkan roda perekonomian nasional.
Melalui anak usahanya, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), Perseroan kini tengah mengakselerasi tahapan akhir penyelesaian Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap I (Ruas Gending-Besuki) untuk memberikan dampak positif yang masif bagi mobilitas dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.
Pembangunan ini menjadi wujud komitmen Jasa Marga sebagai bagian dari Danantara Indonesia dalam menghadirkan infrastruktur nasional yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas.
Pembangunan proyek strategis nasional ini mencatatkan progres yang sangat positif. Konstruksi fisik Seksi 1 Gending-Kraksaan (12,88 km) dan Seksi 2 Kraksaan-Paiton (11,20 km) telah rampung 100% dan telah mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO).
Sementara itu, Seksi 3 Paiton-Besuki (25,60 km) juga telah sukses menyelesaikan 100% pekerjaan jalan utama (mainroad).
Seluruh agenda konstruksi tersebut telah diselesaikan sejak April 2026 dan saat ini tengah memasuki fase akhir berupa penyelesaian administrasi serta Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO).
Proses ULFO ini krusial untuk memastikan seluruh komponen struktural mulai dari jalan, jembatan, sistem drainase, hingga marka jalan telah memenuhi standar keselamatan sebelum resmi dioperasikan.
Tingginya urgensi kebutuhan masyarakat terhadap kehadiran Jalan Tol Prosiwangi sebelumnya telah teruji nyata.
Pada masa arus mudik dan balik Lebaran 2026 (periode 13-29 Maret 2026) lalu, ruas ini dibuka secara fungsional dan berhasil melayani total 226.028 kendaraan dengan lancar, aman, dan nyaman.
Angka ini lebih besar 12% dari proyeksi lalu lintas jalan tol ini, yaitu sebesar 201.407 kendaraan.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan bahwa Jasa Marga tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, namun juga pada penciptaan nilai tambah yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat.
“Jalan Tol Prosiwangi dirancang untuk menjadi urat nadi utama komoditas lokal di wilayah Tapal Kuda. Kehadiran tol ini akan membuka gerbang pasar yang jauh lebih luas, inklusif, dan cepat bagi produk pertanian, sektor perikanan, hingga industri kreatif UMKM setempat yang selama ini terkendala waktu tempuh logistik yang melalui jalan nasional. Selain itu, akses untuk destinasi pariwisata di ujung timur Pulau Jawa juga semakin mudah,” papar Rivan.
Lebih lanjut, Jalan Tol Prosiwangi akan menghadirkan efisiensi waktu tempuh yang sangat signifikan di wilayah Jawa Timur.
Tampilkan Semua
