Harga Emas Masih Volatil, Dupoin Futures Soroti Risiko Koreksi XAU/USD

Dupoin Futures (PT Dupoin Futures Indonesia)
Dupoin Futures (PT Dupoin Futures Indonesia)

JAKARTA, CILACAP.INFO – Harga emas dunia diperkirakan masih bergerak volatil pada perdagangan hari Kamis (27/8), dengan risiko koreksi yang perlu diwaspadai pelaku pasar. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, harga emas atau XAU/USD pada timeframe H1 masih belum menunjukkan konfirmasi kuat untuk melanjutkan kenaikan. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai kegagalan harga menembus resistance utama menjadi salah satu faktor yang dapat membuka ruang bagi pelemahan dalam jangka pendek.

Menurut analisis Dupoin Futures, XAU/USD saat ini masih menghadapi area resistance kuat di kisaran 4.649 hingga 4.672 dolar AS. Zona tersebut dipandang sebagai area supply yang berpotensi kembali memicu tekanan jual apabila harga tidak mampu menembusnya secara meyakinkan. Dupoin Futures menilai bahwa selama harga belum berhasil ditutup di atas zona tersebut, momentum bullish masih belum cukup kuat untuk mengonfirmasi keberlanjutan tren naik.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menjelaskan, kegagalan harga menembus resistance menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar. Dalam kondisi seperti ini, seller masih memiliki peluang untuk kembali mengambil kendali setelah harga mengalami penguatan sebelumnya. Karena itu, Dupoin Futures memperkirakan ruang koreksi masih terbuka apabila XAU/USD kembali tertahan di area 4.649–4.672 dolar AS.

Dalam skenario yang diproyeksikan Dupoin Futures, apabila harga emas gagal melewati zona supply tersebut, XAU/USD berpotensi bergerak turun menuju support terdekat di level 4.583 dolar AS. Level ini menjadi area penting yang perlu diperhatikan karena dapat menentukan apakah koreksi hanya berlangsung sementara atau berkembang menjadi pelemahan yang lebih dalam. Dupoin Futures menilai respons harga di sekitar support tersebut akan menjadi salah satu indikator penting bagi arah pergerakan emas berikutnya.

Dari sisi fundamental, Dupoin Futures melihat pergerakan emas masih dipengaruhi oleh dinamika dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Sebelumnya, pelemahan dolar dan penurunan yield menjadi katalis positif yang membantu menopang harga emas. Kondisi tersebut membuat emas relatif lebih menarik karena opportunity cost untuk memegang aset yang tidak memberikan bunga menjadi lebih rendah. Namun, Dupoin Futures menilai katalis tersebut kini menghadapi tantangan dari perkembangan data ekonomi AS.

Salah satu perhatian utama pasar adalah data Personal Consumption Expenditures atau PCE Amerika Serikat yang tercatat lebih tinggi dari ekspektasi. Menurut Dupoin Futures, data inflasi yang lebih kuat dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan Federal Reserve. Apabila tekanan inflasi masih persisten, peluang The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat dapat meningkat, yang pada akhirnya berpotensi memberikan dukungan terhadap dolar AS dan yield obligasi.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait