Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya adopsi layanan digital Bank Raya oleh masyarakat, seiring dengan upaya Perseroan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan digital.
Demikian pula dengan kondisi likuiditas Bank Raya juga masih terjaga baik, terlihat dari rasio LDR (Loan to Deposit Ratio) yang tercatat sebesar 81,64% dan rasio LCR (Liquidity Coverage Ratio) tercatat 442,55%, serta Rasio Net Stable Funding Ratio (NSFR) tercatat sebesar 164,71% diatas ketentuan minimum sebesar 100%. Dengan rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang masih terjaga kuat di 41,80% pada Maret 2026 Bank Raya tetap optimis akan dapat menjaga momentum pertumbuhan bisnis digital jangka panjang.
Hingga akhir Maret 2026, Bank Raya telah berinovasi dengan lebih dari 100 fitur di Aplikasi Raya yang diakses oleh lebih dari 1 juta nasabah.
Berbagai inovasi terbaru yang menjadi andalan di Aplikasi Raya diantaranya Saku Bisnis yaitu untuk membantu pengelolaan keuangan bisnis bagi pelaku usaha, Uang Saku yang memperkenalkan pengelolaan keuangan sejak dini kepada anak-anak sehingga memudahkan mereka bertransaksi keuangan secara digital namun dengan pengawasan orang tua, Saku Bareng untuk menabung kolektif dan transparan bagi komunitas, Kartu Digital Debit Visa yang semakin melengkapi ekosistem pembayaran di Aplikasi Raya dalam bertransaksi domestik maupun internasional.
Dalam waktu dekat, Bank Raya juga akan menghadirkan fitur terbaru yang memudahkan nasabah mengelola keuangan sambil menyalurkan hobinya.
“Kami melihat peluang pertumbuhan digital tetap terbuka, namun kami melangkah dengan prinsip kehati-hatian, memastikan setiap ekspansi didukung oleh fundamental yang kuat dan manajemen risiko yang terjaga sebagai bank digital yang mengedepankan inovasi dan kolaborasi untuk tumbuh secara berkelanjutan” Tegas Bagus.
Konsisten Melakukan Pengembangan Teknologi Informasi (TI) dan Tata Kelola
Untuk mendukung langkah Perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis digital, Perseroan juga memperkuat tata kelola TI dan keamanan informasi dengan menerapkan standar internasional ISO/IEC 27001:2022 Information Security Management System, dimana Bank Raya mengimplementasikan sistem manajemen keamanan informasi yang komprehensif dan terstruktur.
Hal ini mencakup pengelolaan risiko, perlindungan data, serta pengendalian operasional TI yang sejalan dengan praktik terbaik global.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan keandalan TI perbankan digital Bank Raya serta menjaga kepercayaan nasabah, mitra, dan pemangku kepentingan.
Disamping itu, pada tahun 2025 Bank Raya meraih predikat “Sangat Terpercaya” atau “Most Trusted” Company berdasarkan Corporate Governance Perception Index (CGPI).
Tampilkan Semua
