Masuo Kuremura Ditunjuk Sebagai Ketua DISG

Platform Kerja Sama Ekonomi Jepang ASEAN Diluncurkan di Tengah Pandemi COVID 19
Platform Kerja Sama Ekonomi Jepang ASEAN Diluncurkan di Tengah Pandemi COVID 19

Terhadap latar belakang ini, Pemerintah Jepang telah memosisikan ulang hubungannya dengan ASEAN sebagai hubungan “Ko-kreasi.”
* Empat Arah Utama untuk Kerja Sama Masa Depan
1. Memperkuat Rantai Pasok (Membangun basis manufaktur yang tangguh dan mandiri)
Di tengah ketegangan ekonomi AS-Tiongkok yang sedang berlangsung dan negosiasi tarif, pendekatan tradisional, seperti mengekspor produk murah melalui ASEAN sebagai jalur pengalihan, menjadi kurang efektif.

Bagi ekonomi ASEAN, meningkatkan industri dalam negeri kini menjadi prioritas kritis. Dari perspektif keamanan ekonomi, membangun rantai pasok yang mandiri telah menjadi keharusan yang mendesak.

Memperkuat kemampuan manufaktur, mulai dari proses hulu seperti tanah jarang (rare earths) dan logam langka hingga produksi tahap akhir, sangatlah penting. Namun, mencapai hal ini secara independen tetap sulit.

Bersama dengan negara-negara mitra yang memiliki visi yang sama, Jepang akan mendukung ASEAN dalam membangun rantai pasok yang benar-benar otonom melalui kolaborasi dan sumber daya bersama.
2. Investasi Digital dan AI
Investasi skala besar oleh hyper-scaler (operator pusat data besar) sedang berkembang di seluruh ASEAN. Pada saat yang sama, terdapat pengakuan yang berkembang bahwa model bahasa besar yang lebih ringkas (Compact LLM) dan dioptimalkan secara lokal mungkin lebih baik dalam memenuhi permintaan regional dan kebutuhan masyarakat.

Ketergantungan pada sumber daya komputasi yang terkonsentrasi di sejumlah kecil negara besar menghadirkan risiko dari sudut pandang keamanan ekonomi.

Kekuatan Jepang terletak pada ekosistemnya yang komprehensif, mulai dari pengembang aplikasi AI hingga perusahaan yang mampu membangun LLM, serta teknologi semikonduktor dasar. Hal ini memosisikan negara-negara ASEAN untuk bermitra dengan Jepang dalam mengembangkan kemampuan komputasi independen sebagai alternatif yang kredibel.
3. Ko-kreasi Inovasi
DISG dirancang untuk membawa dinamisme sektor swasta secara langsung ke dalam proses pembuatan kebijakan.

Inisiatif unggulannya adalah “Fast Track Pitch,” sebuah platform inovasi terbuka di mana perusahaan terkemuka Jepang, startup, dan perusahaan ASEAN berkolaborasi untuk mengembangkan solusi bagi tantangan sosial spesifik kawasan.

Pendekatan ini telah memberikan hasil nyata, termasuk perusahaan Jepang yang mengatasi tantangan ekspansi di ASEAN melalui kemitraan dengan startup lokal.

Pada tahun fiskal 2025, acara telah diadakan di Singapura, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia.
4. Transisi Energi melalui AZEC
Transisi hijau gaya Eropa yang cepat tidak dapat diterapkan di Asia tanpa adaptasi.

Di ASEAN, di mana pertumbuhan ekonomi terus berlanjut, menjaga pasokan energi yang stabil untuk mendukung kehidupan sehari-hari dan aktivitas ekonomi tetap menjadi hal yang esensial. Menyeimbangkan netralitas karbon dengan keamanan energi merupakan tantangan utama.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait