Studium Generale BINUS University @Semarang Hadirkan Praktisi Industri VFX untuk Mahasiswa

Studium Generale BINUS University @Semarang Hadirkan Praktisi Industri VFX untuk Mahasiswa
Studium Generale BINUS University @Semarang Hadirkan Praktisi Industri VFX untuk Mahasiswa

JAKARTA, CILACAP.INFO – Industri kreatif Indonesia, khususnya di bidang film dan animasi, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Kualitas visual yang semakin matang, storytelling yang semakin kuat, serta pemanfaatan teknologi seperti visual effects (VFX) menjadikan karya-karya lokal semakin mampu bersaing ditingkat global.

Di tengah perkembangan tersebut, minat generasi muda terhadap industri kreatif juga semakin tinggi. Namun, ketertarikan ini seringkali belum diikuti dengan pemahaman yang cukup mengenai bagaimana proses produksi sebenarnya berjalan, mulai dari tahap perencanaan, eksekusi teknis, hingga kolaborasi lintas tim yang kompleks di balik sebuah karya visual.

Melihat kebutuhan akan pemahaman yang lebih mendalam tersebut, BINUS University @Semarang menghadirkan Studium Generale bertajuk “The Making of ‘Dilan ITB 1997’ and ‘Jumbo’: Expert Insights for Tomorrow’s Creators” yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 1 BINUS @Semarang.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya kampus dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan realita industri.

Sebagai Digital Transformation & AI Experience Campus, BINUS University @Semarang secara konsisten mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya dalam proses kreatif dan inovasi.

Pendekatan ini menjadi semakin relevan, mengingat industri kreatif saat ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi digital, termasuk penggunaan AI dalam produksi visual dan konten kreatif.

Direktur Kampus BINUS University @Semarang, Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom., menekankan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi kunci dalam menyiapkan mahasiswa yang siap terjun ke dunia kerja.

“Saat ini, tantangan terbesar bukan lagi sekadar memahami teori, tetapi bagaimana mahasiswa bisa mengaitkan apa yang mereka pelajari dengan kebutuhan nyata di industri. Banyak mahasiswa yang memiliki minat besar di bidang kreatif, namun belum sepenuhnya memahami proses kerja profesional yang

sebenarnya. Melalui Studium Generale ini, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, di mana mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah karya diproduksi dari perspektif praktisi.

Kami juga ingin menanamkan bahwa untuk bisa berkembang di industri ini, dibutuhkan kesiapan yang menyeluruh—mulai dari skill teknis, kemampuan berpikir kreatif, hingga kemampuan bekerja dalam tim dan beradaptasi dengan perubahan teknologi,” ujar Dr. Fredy.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari Bapak Andi Purnama Hardjani, seorang VFX Supervisor yang telah terlibat dalam berbagai proyek film.

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version