Saat ini, lebih dari 300 ribu sertifikat halal telah diterbitkan di Indonesia, disertai dengan berkembangnya berbagai kawasan industri halal di sejumlah wilayah seperti Bekasi, Banten, Kepulauan Riau, dan Jawa Timur.
Meski demikian, ia menilai masih terdapat tantangan fundamental yang perlu dijawab bersama. “Literasi masyarakat terkait halal dan ekonomi syariah masih perlu diperkuat.
Banyak masyarakat merasa sudah memahami konsep halal, padahal edukasi mengenai standar, sertifikasi, dan implementasinya masih sangat diperlukan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa halal kini bukan sekadar kewajiban normatif, tetapi telah berkembang menjadi jaminan kualitas, reputasi bisnis, serta faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen di pasar global.
Dalam konteks inilah, Pekan Halal Indonesia dan EduNation Festival dinilai menjadi platform strategis untuk menjembatani kebutuhan edukasi, promosi, kolaborasi, dan penguatan literasi halal secara lebih luas.
Dengan target puluhan ribu pengunjung dari kalangan pelaku industri, keluarga muda, pelajar, tenaga pendidik, komunitas, hingga buyer potensial, PHI 2026 dan EduNation Festival diharapkan menjadi titik temu antara inovasi industri halal, pendidikan internasional, dan transformasi gaya hidup halal Indonesia.
Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan strategic partnership, ajang ini siap menghadirkan pengalaman pameran yang tidak hanya informatif dan inspiratif, tetapi juga membuka peluang nyata bagi masa depan ekosistem halal Indonesia.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.


