Tao Tsuchiya Jadi Duta TOKYO LIGHTS 2026, Hadirkan 12 Karya Light Art Internasional

TOKYO LIGHTS 2026
TOKYO LIGHTS 2026

Visible CITY mengekspresikan Tokyo itu sendiri melalui cahaya, termasuk aliran kota, lalu lintas, tanda-tanda kehadiran manusia, dan data.

Visible NATURE menyajikan instalasi yang membangkitkan nafas alam dan gerakan halus kehidupan.

Visible HEART menampilkan karya seni yang memproyeksikan emosi, kenangan, dan jejak-jejak perasaan sebagai cahaya.

Visible CONNECTION mengeksplorasi antarmuka cahaya yang menghubungkan kota dan alam, serta manusia dan kota.

Visible IMAGINATION menawarkan ekspresi partisipatif dan imersif yang dirancang untuk merangsang kreativitas dan inspirasi.

Light Art Park

Untuk periode terbatas, Light Art Park akan mengubah Taman Chuo Shinjuku menjadi lingkungan imersif seni cahaya. Di bawah arahan artistik Kenji Kohashi, yang telah memimpin berbagai acara internasional dan festival skala besar termasuk Expo 2025 Osaka, Kansai, para seniman dari Jepang dan luar negeri akan menggambarkan “Tokyo yang tak terlihat” melalui cahaya.

Light Art Park disusun berdasarkan empat tema—Visible CITY, Visible NATURE, Visible HEART, dan Visible CONNECTION. Di seluruh lokasi, pengunjung akan menemukan karya-karya yang mewujudkan tema-tema ini, memungkinkan mereka untuk merasakan dunia VISIBLE TOKYO saat berjalan melalui taman.

5 Karya Unggulan

GAIA / Visible HEART / Lawn Area (East) / Luke Jerram / United Kingdom

Dibuat oleh Luke Jerram, yang dikenal dengan karya-karya yang melintasi disiplin seni, GAIA adalah instalasi Bumi monumental sekitar tujuh meter di diameter. Diproduksi menggunakan citra resolusi tinggi NASA dari permukaan Bumi, karya ini menawarkan pengalaman imersif seperti melihat planet ini dari luar angkasa. Instalasi ini akan melakukan debutnya di Jepang di TOKYO LIGHTS 2026.

Embrace / Visible CITY / Fun More Time Hiroba / Beamhacker / Australia

Instalasi partisipatif oleh Beamhacker, yang dikenal dengan karya interaktif yang menggabungkan cahaya dan cermin, mengundang pengunjung untuk bergandengan tangan dengan siluet berbentuk manusia yang disusun di sekitar karya ini. Seiring dengan itu, riak cahaya menyebar ke luar dalam reaksi berantai, dan instalasi ini semakin dinamis melalui komunikasi dan kerjasama antar peserta.

Liquid Universe: Sōbō Chūfu — An Unclassifiable Entomologia of the Luminous Swarm / Visible CONNECTION / Chobo-no-Mori / Yoichi Ochiai / Japan

Diciptakan untuk TOKYO LIGHTS 2026 oleh Yoichi Ochiai, instalasi baru ini menggabungkan berbagai bentuk cahaya yang ditemukan di alam dan di kota—seperti kunang-kunang, organisme bioluminescent, dan LED—dalam pilar cahaya setinggi empat meter. Di tengah gambaran yang terus dihasilkan oleh alam komputasi, karya ini mengundang pengunjung untuk mempertimbangkan kembali batas antara yang alami dan buatan.

Visible TOWER / Visible CITY / Fun More Time Hiroba / V_T / Japan

Instalasi berbentuk menara ini memvisualisasikan kenangan dan aktivitas sehari-hari orang yang melewati kota sebagai “kenangan cahaya.” Pada siang hari, ia mencerminkan lanskap perkotaan di sekitarnya dan pengunjungnya seperti cermin; pada malam hari, kolase kenangan kota yang dihasilkan AI muncul di layar LED. Pengunjung juga dapat berjalan melalui patung ini sendiri dan merasakan “kenangan cahaya” ini dari dekat.

INTER-WORLD/Cocooner: Apparent motion of celestial bodies / Visible NATURE / Hana-no-Mori / Akihito Okunaka / Japan

Karya eksperimental ini dipamerkan sebagai program resmi Study: Osaka Kansai International Art Festival 2025 di Expo 2025 Osaka, Kansai. Melalui bentuk pahatan lembut yang memperkuat fenomena alam yang tercipta dari interaksi udara, air, dan sinar matahari, karya ini mendorong pengunjung untuk merenungkan bagaimana manusia terhubung dengan dunia. Pengunjung diundang untuk masuk ke dalam dan merasakan diselimuti oleh kepompong cahaya yang berubah-ubah.

Program Panggilan Terbuka dan Karya Tambahan

Selain karya-karya yang ditampilkan di atas, Light Art Park akan mencakup berbagai instalasi lainnya, termasuk Seeds of Light, yang pertama kali dipamerkan di Burning Man di gurun Nevada, AS; Photosynthesis, di mana FLIGHTGRAF, pemimpin dalam salah satu festival cahaya terkemuka di Eropa, menggambarkan siklus pernapasan tanaman; dan TOKYO Hyakka Ryōran, yang menyamakan keunikan Tokyo dengan bunga raksasa yang sedang mekar. Sepanjang lokasi, pengunjung akan menemukan ekspresi berbasis cahaya yang beresonansi dengan kota dan alam.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait