Data menunjukkan bahwa volume perdagangan di pasar spot mengalami penurunan dari Rp24,33 triliun pada Februari menjadi Rp22,2 triliun pada Maret. Sebaliknya, pasar derivatif justru mencatatkan pertumbuhan, dari Rp3,88 triliun pada Februari menjadi Rp4,36 triliun pada Maret. Tren ini mengindikasikan adanya pergeseran minat investor menuju instrumen yang lebih adaptif terhadap kondisi pasar yang tidak stabil.
“Kami melihat adanya pergeseran preferensi dari spot ke derivatif karena investor mencari instrumen yang lebih fleksibel dalam menghadapi pergerakan harga yang cepat. Derivatif memberikan opsi strategi yang lebih beragam, baik saat pasar naik maupun turun,” jelas Calvin.
Melihat tren tersebut, Calvin mengungkapkan rencana untuk meluncurkan produk derivatif dalam waktu dekat. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin berkembang serta memberikan lebih banyak pilihan strategi bagi pengguna.
“Pertumbuhan volume derivatif ini menjadi sinyal bahwa pasar semakin matang. Ke depan, kami ingin menghadirkan produk derivatif yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga mudah diakses oleh pengguna ritel, sehingga mereka bisa mengelola risiko dengan lebih baik di tengah kondisi pasar yang dinamis,” tutup Calvin.
Tokocrypto Perkuat Ekosistem Lewat Program Referral
Selain pengembangan produk, Tokocrypto juga menghadirkan fitur baru Referral 2.0 sebagai bagian dari strategi memperluas partisipasi masyarakat di industri kripto. Melalui program ini, pengguna dapat memperoleh komisi hingga 20 persen seumur hidup dari trading fee referral, sekaligus berkesempatan mengumpulkan reward tambahan dengan total hingga Rp200 juta setiap bulannya.
Program ini dirancang untuk memberikan insentif yang lebih kompetitif sekaligus mendorong pertumbuhan komunitas pengguna secara organik. Kuota reward yang terbatas setiap bulan juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif pengguna dalam memanfaatkan fitur tersebut.
Calvin menilai bahwa inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Tokocrypto dalam memperkuat literasi dan adopsi kripto di Indonesia. “Kami melihat minat masyarakat terhadap aset digital terus meningkat dan mulai mendekati pasar modal. Melalui program referral 2.0 dan pengembangan produk seperti derivatif, kami ingin memberikan lebih banyak akses dan peluang bagi masyarakat untuk terlibat di ekosistem kripto secara lebih luas,” jelasnya.
Di tengah pasar yang masih dinamis, Tokocrypto menekankan pentingnya pendekatan investasi yang disiplin dan berbasis strategi. Dengan kombinasi edukasi, inovasi produk, serta program insentif seperti referral, perusahaan optimistis dapat mendorong pertumbuhan industri kripto yang lebih sehat dan berkelanjutan di Indonesia.
Tentang Tokocrypto
Tokocrypto merupakan pedagang aset kripto No.1 di Indonesia yang didirikan pada tahun 2018 dan telah terdaftar serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), serta menjadi anggota Bursa dan Kliring Kripto. Dengan dukungan dari Binance, Tokocrypto menghadirkan layanan investasi kripto yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Platform ini mencatat rata-rata nilai transaksi harian sebesar US$30 juta, menyediakan lebih dari 480 token/koin dan 600 pasangan perdagangan, serta telah dipercaya oleh lebih dari 4,8 juta pengguna di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: www.tokocrypto.com.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

