JAKARTA, CILACAP.INFO – PhotoBebaz menghadirkan pendekatan designed experience sebagai respons atas fenomena social media fatigue, dengan merancang pengalaman berfoto yang lebih terkonsep dan layak dibagikan.
Didukung teknologi internal melalui Bebaz Labz, perusahaan mencatat pertumbuhan revenue 57% dan memperluas kehadiran di berbagai event besar, sekaligus mengembangkan model bisnis yang menggabungkan pengalaman pengguna dan integrasi brand.
Di tengah tingginya konsumsi konten digital, generasi muda Indonesia kini menghadapi paradoks baru: semakin mudah membuat konten, semakin tinggi pula ekspektasi terhadap kualitas dan pengalaman di balik konten tersebut.
Berdasarkan laporan We Are Social dan Meltwater, masyarakat Indonesia menghabiskan lebih dari tiga jam per hari di media sosial, mendorong aktivitas konsumsi sekaligus produksi konten secara masif.
Namun, sejumlah studi juga menunjukkan munculnya fenomena social media fatigue, di mana paparan konten yang berlebihan, tekanan untuk terus membagikan aktivitas, serta konten yang repetitif mulai menurunkan ketertarikan pengguna.
Dalam kondisi ini, pengguna tidak berhenti membuat konten, tetapi menjadi lebih selektif terhadap apa yang layak untuk dibagikan. Konten tidak lagi sekadar dokumentasi, melainkan bagian dari bagaimana seseorang membangun identitas digitalnya.
Melihat pergeseran tersebut, PhotoBebaz, perusahaan teknologi kreatif berbasis photobox interaktif, mengembangkan pendekatan designed experience, yaitu pengalaman berfoto yang dirancang untuk menghasilkan konten yang lebih terkonsep, estetik, dan relevan secara sosial.
Founder PhotoBebaz Reyno Anggoro menyebut perubahan ini sebagai bagian dari evolusi perilaku pengguna dalam membuat konten. “Kalau sebelumnya semua orang cukup dengan kamera di ponsel, sekarang muncul kebutuhan untuk pengalaman yang terasa lebih matang. Orang tidak hanya mencari hasil foto, tapi juga momen yang berbeda dan layak untuk dibagikan,” ujarnya.
