Diskusi yang berlangsung mencakup peluang karier sebagai pro player, kreator konten, hingga peran di balik layar seperti manajemen tim dan produksi konten. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa esports memiliki keterkaitan dengan berbagai kompetensi yang relevan dengan dunia akademik, termasuk kerja tim, komunikasi, strategi, dan kreativitas digital.
Menghadirkan Pengalaman Interaktif yang Dekat dengan Mahasiswa
Selain turnamen dan sesi diskusi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan berbagai aktivitas interaktif. Salah satunya adalah 360 Corner Experience, sebuah photobooth dengan kamera berputar 360 derajat yang memungkinkan peserta membuat konten visual yang dinamis dan siap dibagikan di media sosial.
Antonius Pandu, Senior Brand Manager Pop Mie, mengatakan bahwa pendekatan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebiasaan dan minat mahasiswa saat ini. “Kami melihat mahasiswa tidak hanya ingin menjadi penonton, tetapi juga ingin terlibat dan mengekspresikan diri. Karena itu, Pop Mie Campus Gaming Ground kami rancang bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai pengalaman yang relevan dengan keseharian mereka, termasuk dalam hal membuat dan berbagi konten,” jelasnya.
Ekspansi ke Luar Jabodetabek di 2026
Tahun 2026 menjadi fase pengembangan baru bagi Pop Mie Campus Gaming Ground. Program ini mulai memperluas jangkauan ke kampus-kampus di luar Jabodetabek sebagai respons atas permintaan mahasiswa di berbagai daerah yang ingin menghadirkan kegiatan serupa.
Aufa Bassam menambahkan bahwa perluasan ini menjadi langkah lanjutan dalam membangun ekosistem esports di tingkat kampus. “Antusiasme yang kami lihat di berbagai kota menunjukkan bahwa potensi talenta esports tidak hanya terpusat di kota besar. Ke depan, kami ingin membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa di berbagai daerah untuk bisa terlibat dan berkembang,” tambahnya.
Tampilkan Semua

