Revolusi Pelayanan Kesehatan Digital: RS Advent Bandung, PT ISM, dan UNM Luncurkan Sistem AI “GoRujuk”

Revolusi Pelayanan Kesehatan Digital
Revolusi Pelayanan Kesehatan Digital

JAKARTA, CILACAP.INFO – Transformasi digital di sektor kesehatan Indonesia memasuki fase baru. Rumah Sakit Advent Bandung bersama PT Inovasi Solusi Medis (ISM) dan Universitas Nusa Mandiri (UNM) secara resmi meluncurkan implementasi sistem Intelligent Patient Flow berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama GoRujuk pada 27 Maret 2026 di Bandung.

Pantauan Tim AXIALNEWS.id, kolaborasi strategis ini menjadi contoh nyata sinergi Triple Helix antara layanan kesehatan, industri teknologi, dan akademisi dalam menjawab tantangan klasik rumah sakit: antrean panjang, ketidakefisienan alur pasien, dan beban administratif yang tinggi.

Dari Antrean ke Intelligent Care Experience

GoRujuk dirancang bukan sekadar sebagai sistem pendaftaran digital, melainkan sebagai asisten cerdas yang mengelola perjalanan pasien secara end-to-end, bahkan sebelum pasien tiba di rumah sakit.

Beberapa kemampuan utama sistem ini meliputi:

Pre-Hospital Patient Assessment: Pasien dapat melakukan penilaian awal kasus penyakit secara digital sebelum tiba di rumah sakit, mempercepat proses penanganan medis.

Navigasi Layanan Pintar: Memandu pasien ke departemen/poli yang tepat tanpa harus bingung mencari arah di area rumah sakit.

Manajemen Antrean Real Time: Mengoptimalkan alur pasien sehingga waktu tunggu berkurang drastis, meningkatkan kenyamanan pasien secara signifikan.

Direktur RS Advent Bandung, Dr. Roy David Sarumpaet, menegaskan bahwa implementasi ini merupakan langkah nyata menuju transformasi layanan kesehatan yang lebih modern.

“Dengan GoRujuk, kami bertransformasi dari antrean konvensional menjadi Intelligent Care Experience, memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan nyaman bagi pasien.”

Sinergi Akademisi dan Industri: Dari Riset ke Dampak Nyata

Prof. Dr. Ir. Dwiza Riana menyatakan bahwa inovasi harus berdampak nyata bagi masyarakat.

“Inovasi tidak boleh berhenti di laboratorium. Kolaborasi ini memastikan bahwa riset benar-benar hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat.”

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version