KAI Logistik Kelola 2,2 Juta Barang, Peti Kemas Naik 40%

Hingga Februari KAI Logistik Kelola 2 2 Juta Barang Sektor Angkutan Peti Kemas Tumbuh 40%
Hingga Februari KAI Logistik Kelola 2 2 Juta Barang Sektor Angkutan Peti Kemas Tumbuh 40%

JAKARTA, CILACAP.INFO – KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), mencatatkan performa operasional yang stabil dengan total volume pengelolaan barang mencapai 2,2 juta ton hingga akhir Februari 2026. Capaian ini merepresentasikan ketangguhan perusahaan dalam menjaga kelancaran distribusi logistik nasional di tengah dinamika ekonomi global.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa dari total volume tersebut, sektor angkutan batu bara masih menjadi kontributor utama dengan porsi 54% atau sebesar 1,2 juta ton. “Meskipun realisasi pada segmen batu bara dalam dua bulan pertama ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga global dan tantangan dinamika industri, perusahaan terus berupaya menjaga performa operasional agar tetap stabil dan adaptif terhadap perubahan pasar,” ujar Yuskal.

Keberhasilan menjaga stabilitas kinerja ini turut ditopang oleh kontribusi sektor non-batu bara yang menyumbang 46% dari total capaian perusahaan. Secara rinci, volume tersebut berasal dari layanan bongkar muat BBM/BBK sebesar 500 ribu ton, angkutan peti kemas sebesar 456 ribu ton, angkutan semen sebesar 52 ribu ton, angkutan barang retail sebesar 12.850 ton, serta angkutan limbah B3 yang mencapai 1.656 ton. Pertumbuhan yang paling menonjol terlihat pada segmen peti kemas yang melonjak hingga 40% secara year-on-year(y-o-y), meningkat signifikan dari 325 ribu ton pada Februari 2025 menjadi 456 ribu ton di periode yang sama tahun ini.

Lonjakan pada angkutan peti kemas ini mengindikasikan semakin tingginya kepercayaan pelaku industri, khususnya sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), yang mulai beralih menggunakan moda kereta api sebagai solusi rantai pasok mid-mile yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan atau green logistics. Merespons tren positif tersebut, KAI Logistik telah mengambil langkah strategis dengan meningkatkan kapasitas angkut melalui penambahan frekuensi operasional KA KALOG 3. Sejak Februari, jadwal perjalanan ditingkatkan dari dua hari sekali menjadi enam kali seminggu, sehingga potensi kapasitas angkut meningkat dari 1.800 TEUs menjadi 3.000 TEUs per bulan.

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait