Sejalan dengan pertumbuhan peti kemas, sektor bisnis angkutan barang retail juga mengalami kenaikan sebesar 30% dibandingkan hingga Februari 2025. Pertumbuhan dari 9.906 ton menjadi 12.850 ton ini dipengaruhi oleh ekspansi masif titik layanan service point KALOG Express yang semakin mendekat ke pusat-pusat aktivitas masyarakat dan pelaku industri. Selain itu, layanan bongkar muat BBM/BBK turut mencatatkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 8% dari sebelumnya 463 ribu ton menjadi 500 ribu ton.
Yuskal melanjutkan bahwa capaian hingga Februari 2026 ini menunjukkan efektivitas strategi diversifikasi layanan perusahaan. Menurutnya, meskipun sektor batu bara menghadapi tantangan eksternal, KAI Logistik tetap mampu menunjukkan konsistensi melalui optimalisasi sektor-sektor potensial lainnya.
“Pertumbuhan signifikan pada sektor peti kemas dan retail membuktikan bahwa langkah kami dalam meningkatkan kapasitas operasional dan memperluas jaringan layanan telah sesuai dengan kebutuhan pasar. Kami secara proaktif melakukan langkah-langkah responsif, seperti peningkatan frekuensi perjalanan kereta api, untuk memastikan rantai pasok pelanggan tetap berjalan efisien dan kompetitif,” ujar Yuskal.
Lebih lanjut, Yuskal menegaskan bahwa ke depannya KAI Logistik akan terus memperkuat posisi sebagai penyedia layanan logistik terintegrasi yang berkelanjutan. Perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang tidak hanya berfokus pada volume angkutan, tetapi juga pada efisiensi biaya dan pengurangan emisi karbon melalui penggunaan moda kereta api secara lebih luas. Berbekal performa yang stabil di awal tahun ini, KAI Logistik berkomitmen untuk terus memperkokoh ekosistem distribusi nasional melalui kolaborasi berkelanjutan bersama seluruh mitra strategis di berbagai sektor.


