“Dalam menyalurkan energi bersih, kami menekankan tiga hal utama yaitu keselamatan, keandalan aset operasi, dan keberlanjutan kegiatan operasi. Untuk mendukung hal tersebut, SH PNRE terus memperkuat digitalisasi melalui pengembangan aplikasi NOVA (New & Renewable Energy Operation and Visualization), pemanfaatan AI CCTV dan face recognition untuk mendukung aspek keselamatan, serta implementasi G-Bionic di PGE dalam membangun budaya kerja berbasis data yang adaptif, aman, dan berkelanjutan,” ujar Norman.
Lebih jauh, pengembangan aplikasi NOVA memungkinkan pemantauan kinerja operasional Pertamina NRE dan anak perusahaan secara waktu nyata (real time), serta penerapan AI CCTV dan face recognition bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sekaligus memastikan validitas personil yang bertugas di area operasi.
Lebih jauh, pemanfaatan G-Bionic juga turut mendukung keandalan operasional panas bumi selama periode Ramadan dan Idulfitri. Melalui sistem pemantauan operasi pengeboran secara real-time, PGE dapat melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan seperti stuck pipe atau kondisi pipa pengeboran yang terjepit di dalam sumur, sehingga langkah mitigasi dapat segera dilakukan. Selain meningkatkan efisiensi dan optimalisasi kinerja pengeboran, implementasi ini juga membantu menjaga kelancaran operasi serta keandalan pasokan energi bersih selama periode Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Sebagai penutup, John Anis, menyampaikan apresiasi atas kinerja serta komitmen tinggi terhadap aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang telah ditunjukkan oleh seluruh area operasi di lingkungan SH PNRE. “Saya mengapresiasi performa dan komitmen HSSE yang telah ditunjukkan oleh seluruh area operasi. Saya juga mengingatkan agar seluruh area memperhatikan delapan pesan HSSE dan meningkatkan kewaspadaan, karena pengalaman menunjukkan bahwa insiden sering terjadi akibat kelalaian pada periode seperti ini. Tetap jaga produktivitas, namun hindari pekerjaan berisiko tinggi dan jangan ragu menggunakan Stop Work Authority (SWA) atau kewenangan untuk menghentikan pekerjaan apabila terdapat kondisi kerja yang tidak aman,” tutup John.


