JAKARTA, CILACAP.INFO – Menjelang puncak periode pengiriman Lebaran yang diperkirakan akan terjadi pada pekan ketiga Ramadan, KAI Logistik memastikan kesiapan layanan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan distribusi barang dari masyarakat maupun pelaku usaha. Berbagai langkah penguatan operasional dilakukan guna memastikan proses pengiriman tetap berjalan aman, lancar, dan tepat waktu di tengah meningkatnya volume permintaan.
Dwi Wulandari, VP of Corporate Secretary KAI Logistik, mengungkapkan “Momentum Ramadan hingga Lebaran setiap tahunnya menjadi salah satu periode dengan peningkatan aktivitas logistik yang cukup signifikan. Kebutuhan masyarakat untuk mengirimkan barang ke kampung halaman, termasuk kendaraan pribadi seperti sepeda motor maupun hewan peliharaan, serta meningkatnya aktivitas distribusi barang konsumsi turut mendorong peningkatan volume pengiriman pada periode ini.”
Pada sisi operasional, KAI Logistik menerapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari pemeriksaan sarana dan kelayakan operasi, inspeksi kesiapan layanan, optimalisasi proses bongkar muat, peningkatan utilisasi armada trucking, penguatan aspek keselamatan dan koordinasi di titik-titik layanan, hingga peningkatan kesiapan sumber daya operasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses distribusi tetap berjalan dengan baik meskipun terjadi peningkatan volume pengiriman.
”Secara kapasitas, KAI Logistik menyediakan sekitar 400 ton untuk perjalanan pulang pergi dalam mendukung logistik selama angkutan lebaran. Perusahaan optimis dengan kapasitas tersebut masih mampu melayani peningkatan dan lonjakan permintaan pengiriman barang. Seluruh pengiriman akan libur beroperasi ke tujuan tertentu mulai 18 Maret. Layanan KALOG Express akan kembali beroperasi pada 25 Maret 2026,” Lanjut Dwi.
Selain itu, KAI Logistik juga melakukan penyesuaian operasional untuk menjaga ketersediaan kapasitas angkutan pada periode dengan permintaan tinggi. Pada 18 Maret 2026, KAI Logistik tetap mengoperasikan layanan pengiriman dengan kapasitas hingga 20 ton melalui KA Blambangan Ekspres dan KA Sri Tanjung. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran distribusi dan memastikan kebutuhan pengiriman masyarakat tetap dapat terlayani di tengah meningkatnya permintaan.
Tampilkan Semua