Penguatan hilirisasi tersebut juga sejalan dengan tren investasi nasional. Pada 2025, sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2% dari total realisasi investasi nasional, menunjukkan bahwa pengembangan industri berbasis sumber daya alam menjadi salah satu motor penting dalam transformasi ekonomi Indonesia.
Pria menegaskan bahwa manfaat hilirisasi tidak hanya tercermin dari peningkatan nilai tambah industri, tetapi juga melalui penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan penerimaan daerah, serta pembangunan infrastruktur penunjang di wilayah operasi.
MIND ID juga menjalankan berbagai program pemberdayaan UMK, peningkatan akses kesehatan, serta penguatan pendidikan masyarakat agar pertumbuhan industri dapat berjalan secara inklusif.
“Bagi MIND ID, hilirisasi untuk kemaslahatan bangsa berarti memastikan setiap sumber daya mineral yang dikelola mampu menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian nasional, memperkuat kemandirian industri, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi,” tutup Pria Utama.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.


