Perkuat Daya Saing Pariwisata, SUCOFINDO Sertifikasi Hotel Mercure Kuta

SUCOFINDO Sertifikasi Hotel Mercure Kuta
SUCOFINDO Sertifikasi Hotel Mercure Kuta

JAKARTA, CILACAP.INFO – PT SUCOFINDO (PERSERO) menegaskan komitmennya dalam memperkuat daya saing industri pariwisata nasional melalui layanan sertifikasi usaha pariwisata berbasis risiko dan sertifikasi hotel berbintang. Peran ini dijalankan PT SUCOFINDO (PERSERO) sebagai lembaga Testing, Inspection, and Certification (TIC) sekaligus Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata (LSUP) terakreditasi yang memastikan standar mutu, keselamatan, serta kepatuhan terhadap regulasi terpenuhi secara konsisten.

Komitmen ini diwujudkan melalui penerbitan Sertifikat Hotel Berbintang dan Sertifikat Usaha Pariwisata Berbasis Risiko yang diraih oleh Hotel Mercure Kuta. Sertifikat ini diperoleh setelah melalui proses audit dan penilaian komprehensif oleh PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Denpasar yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, serta Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 4 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha Berbasis Risiko pada Sektor Pariwisata.

Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Kepala PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Denpasar, Rusdi Palureng kepada Manager Hotel Mercure Kuta, Pantri Arini bertempat di Aula Hotel Mercure Kuta, Bali.

Rusdi Palureng menjelaskan bahwa dalam Sertifikasi Hotel Berbintang, PT SUCOFINDO (PERSERO) melakukan penilaian menyeluruh terhadap aspek fasilitas fisik dan sarana prasarana, standar pelayanan, manajemen dan operasional, serta penerapan keselamatan, keamanan, dan kesehatan kerja. Sementara itu, Sertifikasi Usaha Pariwisata Berbasis Risiko menitikberatkan pada kesesuaian tingkat risiko usaha, pemenuhan perizinan berusaha berbasis risiko, penerapan standar usaha pariwisata, serta manajemen risiko operasional guna memastikan kegiatan usaha berjalan secara aman dan berkelanjutan.

“Sertifikasi yang kami lakukan bukan sekadar pemenuhan administratif, tetapi merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa usaha pariwisata dikelola secara profesional, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Kepatuhan berbasis risiko menjadi fondasi penting untuk menjaga keselamatan tamu, karyawan, serta lingkungan, khususnya di destinasi strategis seperti Kuta,” tegas Rusdi Palureng.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait