Charles Kho dari HSBC menambahkan bahwa lembaga keuangan global siap mendukung proyek mineral kritis yang memenuhi standar tata kelola dan keberlanjutan internasional. “Proyek yang memiliki kepastian regulasi dan standar ESG yang jelas akan lebih mudah mendapatkan pembiayaan,” katanya.
Panel ini menggarisbawahi bahwa masa depan industri global akan sangat ditentukan oleh bagaimana negara produsen dan konsumen membangun kemitraan yang berbasis teknologi, kebijakan yang adaptif, serta investasi berkelanjutan
Awal Babak Baru Kemitraan Industri
Acara ditutup oleh Bijay Selvaraj, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar India di Jakarta.
Ia menyebut acara ini sangat sukses dan membuka banyak peluang konkret bagi perusahaan kedua negara.
“Acara ini telah membuka beberapa jalan baru di mana perusahaan Indonesia dan India dapat bekerja sama,” ujarnya.
Forum ini menandai penguatan diplomasi ekonomi Indonesia–India, khususnya di sektor baja dan mineral kritis yang semakin strategis dalam peta ekonomi global.
Tampilkan Semua


