JAKARTA, CILACAP.INFO – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, pertanyaan tentang nilai karya khususnya di sektor fesyen, kriya, dan aneka menjadi semakin relevan. Apakah teknologi akan menggerus makna karya, atau justru membuka ruang transformasi baru? Isu inilah yang diangkat dalam AI Connect Offline Series: Fesyen, Kriya, dan Aneka di Era AI: Nilai yang Terancam atau Bertransformasi? yang diselenggarakan oleh Telkom AI Center of Excellence Padang di Telkom AI Center Padang (13/2/2026).
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari latar belakang berbeda untuk memberikan perspektif yang saling melengkapi. Dari sisi kebijakan dan pengembangan UMKM, hadir Almo Friztko Tarigan, Instruktur Ahli Muda Kementerian Perindustrian RI. Sementara dari sudut pandang seni dan nilai karya, sesi ini turut menghadirkan Nur Anesfa Ramadhana, Digital Marketing Executive Galeri Art.
Dalam pemaparannya, Almo menekankan bahwa teknologi, termasuk AI, tidak hadir untuk menggantikan peran manusia, melainkan untuk mendukung proses kreatif dan produktivitas. “Teknologi seperti AI bukan untuk menggantikan manusia. Setiap karya memiliki proses, waktu, dan usaha di baliknya. AI hadir untuk membantu, memperkuat, dan membuka peluang baru tanpa menghilangkan nilai dari kerja manusia itu sendiri,” jelas Almo.
Kegiatan ini dihadiri oleh para pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari usaha berbasis karya seperti fesyen, kriya, dan produk kreatif, hingga UMKM kuliner dan makanan olahan. Keberagaman latar belakang peserta ini memperkaya diskusi yang berlangsung, terutama dalam membahas bagaimana pemanfaatan AI dapat disesuaikan dengan karakter usaha masing-masing tanpa menghilangkan nilai, identitas, serta keunikan produk yang dimiliki.
Rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga dilanjutkan dengan workshop singkat yang didampingi langsung oleh fasilitator dari Balai Diklat Industri Padang. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami penerapan AI secara praktis untuk mendukung pengembangan usaha, sekaligus tetap menjaga keunikan dan identitas karya fesyen serta kriya lokal. Sesi kemudian dilanjutkan dengan paparan dari narasumber galeri seni yang membahas bagaimana nilai artistik dapat tetap bertahan dan berkembang di tengah transformasi digital.
Tampilkan Semua