Emas Masih Berpeluang Menguat, XAU/USD Berpotensi Sentuh 5.100 di Akhir Februari

Emas Masih Berpeluang Menguat
Emas Masih Berpeluang Menguat

Selain faktor teknikal, kondisi fundamental global juga terus memberikan dukungan terhadap harga emas. Ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung serta kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global membuat investor tetap mempertimbangkan emas sebagai aset perlindungan nilai. Dalam situasi volatilitas yang tinggi, emas sering kali menjadi pilihan utama karena sifatnya yang relatif stabil dibandingkan instrumen berisiko lainnya.

Lebih lanjut, ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mulai mengarah pada kebijakan moneter yang lebih longgar turut memberikan sentimen positif bagi emas. Potensi penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral AS dapat memberikan tekanan terhadap dolar AS, yang pada akhirnya meningkatkan daya tarik emas bagi investor internasional. Hal ini disebabkan oleh hubungan terbalik antara dolar dan emas, di mana pelemahan dolar cenderung mendorong kenaikan harga logam mulia tersebut.

Permintaan emas dari bank sentral dan institusi besar juga tetap menunjukkan tren yang solid. Bank sentral di berbagai negara terus meningkatkan cadangan emas mereka sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan perlindungan terhadap ketidakstabilan ekonomi global. Permintaan yang konsisten dari institusi besar ini membantu menjaga struktur tren naik emas dalam jangka menengah, meskipun pergerakan jangka pendek masih diwarnai oleh fluktuasi.

Meski prospek kenaikan masih terbuka, Andy Nugraha juga mengingatkan adanya kemungkinan skenario negatif yang perlu diantisipasi. Apabila harga mengalami pembalikan arah dan menembus level support krusial di area 4.630, maka tekanan jual berpotensi meningkat. Dalam kondisi tersebut, emas dapat melanjutkan pelemahan menuju kisaran 4.415. Penurunan di bawah level tersebut dapat memicu aksi jual lanjutan, khususnya dari trader jangka pendek yang merespons sinyal teknikal.

Selain itu, sejumlah indikator ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti data inflasi (CPI) dan laporan ketenagakerjaan Non Farm Payrolls (NFP), akan menjadi faktor utama yang memengaruhi volatilitas pasar. Jika data ekonomi menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan, maka dolar AS berpotensi menguat dan memberikan tekanan terhadap harga emas. Sebaliknya, apabila data menunjukkan pelemahan ekonomi, maka peluang pelonggaran kebijakan moneter akan semakin besar, yang dapat menjadi katalis positif bagi kenaikan emas.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait