KEDIRI, CILACAP.INFO – Di tengah denyut aktivitas ekonomi yang terus bergerak, Kota Kediri menunjukkan ketangguhannya sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan di Jawa Timur. Pada tahun 2024, perekonomian Kota Kediri tumbuh 3,43 persen, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp168,75 triliun. Struktur ekonomi daerah ini didominasi oleh industri pengolahan dengan kontribusi 79,64 persen, menegaskan peran strategis Kediri dalam menopang pertumbuhan ekonomi regional.
Pertumbuhan tersebut turut tercermin dari meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat. Sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi sebesar 10,43 persen, sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh 11,48 persen. Dinamika ini menunjukkan kebutuhan yang semakin besar terhadap dukungan pembiayaan yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan guna menopang aktivitas usaha di daerah.
Lebih dari sekadar pusat ekonomi, Kediri juga memiliki kekayaan budaya yang membentuk karakter masyarakatnya. Perpaduan pengaruh Hindu, Buddha, dan Islam yang berakulturasi dengan kearifan lokal menciptakan mozaik budaya yang dinamis dan menjadi fondasi sosial bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Menangkap potensi tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), anak perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, memperkuat kehadirannya di wilayah Kediri. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan yang digelar pada 13 Februari 2026 di Kantor Cabang (KC) BRI Finance Kediri, berlokasi di Jl. Soekarno Hatta No.81B, Tepus, Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang dihadiri oleh Pimpinan Cabang (Pinca) BRI, Area Head BRI, rekanan dealer dan perusahaan asuransi, serta perwakilan perusahaan anak BRI Group setempat sebagai bentuk sinergi dalam memperluas akses pembiayaan formal di daerah.
Tampilkan Semua
