JAKARTA, CILACAP.INFO – Koneksi internet rumah di Pekanbaru kini menghadapi tantangan baru. Saat ini penggunaan WiFi rumahan tidak lagi terbatas pada satu atau dua perangkat. Ponsel, laptop, smart TV, hingga perangkat rumah pintar aktif bersamaan. Ketika semua terhubung di waktu yang sama, kualitas koneksi pun ikut diuji.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa penetrasi internet rumah tangga di Indonesia terus meningkat, terutama di wilayah perkotaan. Riau termasuk provinsi dengan tingkat penggunaan internet yang konsisten tumbuh seiring meningkatnya aktivitas digital harian. Artinya, WiFi rumah kini menjadi tulang punggung aktivitas keluarga, bukan sekadar fasilitas tambahan.
Rumah Makin Digital, Beban WiFi Ikut Bertambah:
Pola penggunaan internet keluarga juga berubah. Aktivitas bekerja dari rumah, belajar online, streaming hiburan, hingga komunikasi digital sering berlangsung bersamaan. Menurut DataReportal Indonesia, rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan lebih dari 7 jam per hari untuk mengakses internet. Angka ini mencerminkan betapa intensnya penggunaan koneksi, terutama di lingkungan rumah.
Di Pekanbaru, kondisi ini membuat WiFi rumah harus bekerja lebih keras. Saat koneksi digunakan ramai-ramai, masalah yang sering muncul bukan soal kecepatan awal, tetapi penurunan performa saat beban meningkat. Streaming mulai tersendat, video call terputus, atau browsing terasa lambat.
Kenapa Stabilitas Jadi Isu Utama?
Banyak pengguna masih mengaitkan kualitas WiFi dengan angka Mbps. Padahal, kecepatan tinggi tidak selalu menjamin kenyamanan. Stabilitas koneksi justru menjadi faktor penentu ketika banyak perangkat aktif.
Laporan Ookla Speedtest Global Index menunjukkan bahwa konsistensi kecepatan internet bisa menurun di jam sibuk. Ketika trafik meningkat, koneksi yang tidak dikelola dengan baik akan lebih mudah mengalami fluktuasi. Inilah yang sering dirasakan keluarga saat seluruh anggota rumah online bersamaan.
