Pada tahap awal, fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi sebesar 6,9 gigawatt hour (GWh) dan mulai beroperasi secara komersial pada pertengahan 2026. Produk baterai akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor.
Ia menambahkan, dukungan kebijakan diperlukan terutama terkait harmonisasi regulasi hulu-hilir, kepastian klasifikasi usaha (KBLI), serta regulasi battery recycling dan second life battery agar baterai bekas dapat diposisikan sebagai sumber daya baru dalam kerangka ekonomi sirkular.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Tampilkan Semua

