Stagflasi dan Ledakan AI, Mengapa TSMC Tetap Moncer di Tengah Ekonomi Global?

Stagflasi dan Ledakan AI, Mengapa TSMC Tetap Moncer di Tengah Ekonomi Global?
Stagflasi dan Ledakan AI, Mengapa TSMC Tetap Moncer di Tengah Ekonomi Global?

JAKARTA, CILACAP.INFO – Isu stagflasi kembali mencuat di tengah ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Inflasi masih bertahan di level tinggi, sementara pertumbuhan ekonomi di banyak negara mulai melambat akibat pengetatan suku bunga, ketegangan geopolitik, hingga fragmentasi rantai pasok global. Dalam situasi seperti ini, investor dihadapkan pada dilema klasik: bagaimana berinvestasi saat ekonomi stagnan tapi harga-harga terus naik?

Menariknya, di tengah bayang-bayang stagflasi tersebut, beberapa sektor justru menunjukkan performa solid. Salah satunya adalah industri semikonduktor, dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) sebagai contoh paling menonjol. Lonjakan laba TSMC yang didorong oleh permintaan chip AI menjadi bukti bahwa stagflasi tidak berdampak seragam ke seluruh sektor ekonomi.

Apa Itu Stagflasi?

Stagflasi adalah kondisi ekonomi ketika pertumbuhan melambat, inflasi tetap tinggi, dan pengangguran meningkat secara bersamaan. Situasi ini dianggap berbahaya karena kebijakan ekonomi menjadi serba salah: menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi berisiko memperparah perlambatan ekonomi, sementara stimulus berlebihan justru bisa memicu inflasi lebih lanjut.

Dalam konteks global saat ini, risiko stagflasi muncul akibat kombinasi:

Biaya energi dan logistik yang masih mahal

Pengetatan moneter berkepanjangan

Ketidakpastian geopolitik dan kebijakan dagang

Bagi investor, stagflasi sering identik dengan volatilitas tinggi dan tekanan pada pasar saham secara umum.

Mengapa Sektor AI dan TSMC Relatif Tahan Stagflasi?

Di sinilah relevansi headline TSMC menjadi penting. Meski ekonomi global berpotensi melambat, permintaan terhadap teknologi AI justru bersifat struktural, bukan siklikal.

TSMC, sebagai pemasok utama chip untuk Nvidia dan Apple, menikmati lonjakan permintaan dari:

Infrastruktur AI dan data center

Akselerator server AI

Transisi ke teknologi chip 2-nanometer

Hal ini menunjukkan bahwa belanja teknologi AI bukan sekadar mengikuti siklus ekonomi jangka pendek, melainkan menjadi kebutuhan strategis jangka panjang bagi perusahaan dan negara. Bahkan dalam skenario stagflasi, perusahaan teknologi besar tetap berinvestasi untuk efisiensi dan otomatisasi—dan AI adalah kuncinya.

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version