Namun, itu gambaran peluang dari global, sedangkan dari domestik, saham batu bara justru mendapatkan beberapa tantangan.
Pemerintah Indonesia beberapa kali mengeluarkan kebijakan yang cenderung membebani sektor tersebut. Misalnya, perubahan skema royalti untuk beberapa jenis kontrak pada 2025. Lalu, kabar pengenaan bea ekspor sekitar 1-5 persen per 2026, rencana menaikkan porsi domestic market obligation untuk batu bara dengan harga jual 70 dolar AS untuk pembangkit listrik dan 90 dolar AS untuk industri semen.
Teranyar, pemerintah juga mengumbar rencana pemangkasan produksi batu bara domestik sebesar 24 persen menjadi sekitar 600 juta ton. Meski, Menteri ESDM Bahlil Lahadia mengatakan angkanya belum fix, bisa di atas atau lebih rendah dari perkiraan 600 juta ton tersebut.
Surya menilai pemangkasan produksi batu bara bisa jadi pedang bermata dua untuk Indonesia. Memang, Indonesia adalah negara eksportir batu bara, tapi posisinya bukan yang paling kuat, melainkan juga bersama Australia. Berbeda dengan nikel yang mana Indonesia menjadi faktor penyebab oversupply karena pembangunan smelter yang masif. Jika ada pemangkasan produksi, efek ke harga nikel maupun sektor nikel juga signifikan.
“Sehingga, pemangkasan produksi batu bara memang berpotensi meningkatkan harga batu bara, tapi daya gedor-nya tidak begitu besar. Pasalnya, Australia juga bisa jadi alternatif pembelian. Hal itu sempat terjadi ketika China memutuskan tidak beli batu bara dari Australia dan mengalihkan ke Indonesia. Sehingga, ada potensi penambang batu bara Indonesia kehilangan market share,” ujarnya.
Untuk menakar pilihan saham batu bara yang menarik, Mikirduit sudah merilis laporan yang disusun berdasarkan karakter saham batu baranya mulai dari:
1. Saham batu bara yang harganya bergerak by fundamental
2. Saham batu bara dengan sentimen potensi turnaround secara kinerja keuangan (tingkat risiko cukup tinggi)
3. Saham batu bara yang diversifikasi bisnisnya sudah mulai menghasilkan
4. Saham batu bara yang ada potensi aksi korporasi
5. Saham batu bara yang lagi memiliki momentum besar
6. Saham batu bara jenis metalurgi
Rilis laporan saham batu bara by Mikirduit bisa kamu dapatkan dengan join mikirsaham, caranya bisa klik di sini
Laporan ringkasannya bisa dibaca free di link ini
Tentang Mikirduit
PT Mikir Duit Indonesia (Mikirduit.com) adalah media komunitas yang fokus memberikan edukasi tentang pengelolaan keuangan yang didirikan oleh Surya Rianto, CFP, berlisensi Wakil Manajer Investasi dari OJK, dan mantan jurnalis ekonomi, pada Januari 2023. Dalam tahap awal pengembangannya, Mikirduit fokus mengedukasi investor saham di Indonesia untuk membantu meningkatkan literasi pasar modal setelah dari survey OJK 2022, tingkat literasi pasar modal turun ketika inklusi meningkat.
Tampilkan Semua
