Sementara itu, ISO 20000 mengatur tata kelola layanan teknologi informasi agar berjalan secara konsisten, responsif, dan berorientasi pada kualitas. Standar ini memastikan layanan TI mampu mendukung kebutuhan operasional perusahaan secara berkelanjutan, sekaligus menyediakan kerangka kerja yang jelas dalam pengelolaan layanan kepada pengguna internal.
Direktur SDM dan TI PTPN IV PalmCo, Suhendri, menjelaskan bahwa proses menuju perolehan sertifikasi internasional tersebut tidak berlangsung dalam waktu singkat. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil dari perjalanan panjang integrasi sistem serta penyelarasan cara kerja di seluruh lini organisasi.
Ia menyampaikan bahwa transformasi digital PalmCo telah dimulai sejak perusahaan terbentuk, dengan fokus pada penyatuan sistem, standarisasi proses bisnis, serta pembangunan budaya kerja yang lebih disiplin dan patuh terhadap prinsip tata kelola.
“Prosesnya tidak hanya menyangkut teknologi, tetapi juga perubahan cara kerja dan pola pikir. Sertifikasi ini menjadi indikator bahwa upaya integrasi sistem dan budaya kerja tersebut berjalan ke arah yang benar,” kata Suhendri.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas divisi serta dukungan manajemen menjadi faktor kunci dalam pemenuhan berbagai persyaratan standar internasional tersebut. Disiplin proses dan kepatuhan terhadap standar dinilai penting agar sistem digital dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.
Di tengah meningkatnya isu kebocoran data dan gangguan sistem digital di berbagai sektor, langkah PalmCo memperoleh sertifikasi ISO di bidang keamanan informasi mencerminkan pendekatan perusahaan yang lebih matang dalam mengelola risiko digital. Perusahaan tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga membangun kerangka pengelolaan risiko yang terukur.
Penguatan tata kelola teknologi informasi ini sejalan dengan upaya PalmCo, sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), dalam memperkuat penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Dalam organisasi hasil merger, sistem informasi yang tertata dan terlindungi menjadi elemen penting untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta kualitas pengambilan keputusan berbasis data.
Tampilkan Semua

