Sementara, dari sisi tujuan, tren pengiriman selama Nataru didominasi ke kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, D.I. Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Bandung. Untuk menjaga kelancaran distribusi ke wilayah-wilayah tersebut, KAI Logistik melakukan berbagai langkah antisipatif pada aspek operasional di antaranya penambahan kapasitas angkut hingga 20 ton per hari, yang dialokasikan masing-masing 10 ton untuk jalur KA Utara dan jalur KA Tengah pada tanggal tertentu selama periode puncak akhir Desember.
Selain penambahan kapasitas, perusahaan juga mengoptimalkan jaringan distribusi melalui penguatan armada trucking, pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi KAI Logistik TRAX, serta perluasan jangkauan layanan yang kini mencapai 284 titik Service Point. “Ke depan, KAI Logistik akan terus memperkuat layanan dan berinovasi untuk mendukung distribusi logistik masyarakat, khususnya pada periode dengan permintaan tinggi, sekaligus berkontribusi terhadap sistem logistik nasional yang berkelanjutan,” tutup Aniek.


