Sementara pada KHDTK Gunung Geulis ITB, Sumedang, Pertamina Foundation menanam 81.552 pohon pada area 57,51 hektare sebagai bagian dari konservasi hulu DAS Citarum. Tanaman yang digunakan mencakup puspa, rasamala, durian, alpukat, hingga kopi dan kakao. Dekan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB, Dr. Indra Wibowo, S.Si., M.Sc., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ekosistem hutan.
“Kolaborasi ini bukan semata menanam pohon, tetapi menanam masa depan. Restorasi hulu DAS harus berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Dukungan Pertamina memperkuat kapasitas kelompok tani dan kelompok wanita tani agar manfaatnya berlangsung berkelanjutan,” ungkapnya.
Selain fokus pada penghijauan lahan DAS, Pertamina Foundation bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). memperluas program penghijauan melalui penanaman 300.000 pohon pada area 534 hektar di wilayah Gunungkidul, Yogyakarta.
Penanaman akan dilakukan di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Yogyakarta yang terbagi dalam 5 (lima) wilayah Bagian Daerah Hutan (BDH), seperti BDH Paliyan, BDH Karangmojo, BDH Panggang, BDH Playen, dan BDH Kulonprogo–Bantul.
Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Ir. Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., M.Sc., Ph.D., IPU berharap sinergi ini mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang kesejahteraan yang lebih baik bagi warga sekitar kawasan hutan.
“Lewat sinergi ini, kami memperkuat komutmen bersama untuk memulihkan lahan kritis secara terencana, terukutr, dan berkelanjutan,” ujarnya. Program penghijauan ini menjadi bagian penting implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang mampu mendukung Tridarma Perguruan Tinggi, Astacita Pemerintah, Sustainable Development Goals (SDGs), serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Tampilkan Semua

