· SDG 1 – Tanpa Kemiskinan (No Poverty): Membuka peluang keterampilan dan pekerjaan untuk meningkatkan taraf hidup peserta.
· SDG 4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education): Menyediakan pelatihan teknologi yang merata dan mudah diakses di seluruh Indonesia.
· SDG 5 – Kesetaraan Gender (Gender Equality): Dengan 28% lulusan perempuan di bidang teknologi, program ini menunjukkan capaian keterwakilan yang jauh melampaui rata-rata nasional partisipasi perempuan di seluruh bidang STEM, yang hanya sebesar 12%[1], sebuah loncatan yang menegaskan peran perempuan kian kuat di ekosistem teknologi.
· SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work & economic growth): Membuka peluang kerja di industri teknologi bagi para lulusan.
· SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, innovation and infrastructure): Menghasilkan lebih dari 100 karya digital yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
· SDG 10 – Mengurangi Kesenjangan (Reduced Inequalities): Menjangkau peserta dari kota kecil dan menengah serta membuka kesempatan setara bagi penyandang disabilitas.
· SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals): Mewujudkan kolaborasi lintas sektor dengan NVIDIA, Dicoding, perguruan tinggi, pemerintahan, dan mitra industri lainnya.
Dampak Nyata untuk Ekonomi Digital
Narenda Wicaksono, Founder dan CEO Dicoding, menambahkan, “Bersama Lintasarta, kami merancang kurikulum yang relevan dengan perkembangan industri dan didukung infrastruktur mutakhir, seperti GPU Merdeka. Kolaborasi ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga mempersiapkan mereka menjadi talenta siap pakai yang mampu mendorong inovasi di berbagai sektor.”
Dengan kelulusan 412 AI Engineer siap kerja, Laskar AI menegaskan bahwa kolaborasi erat antara industri, akademisi dan pemerintah mampu melahirkan SDM digital berdaya saing global. Kedepan, Lintasarta akan terus memperkuat komitmen ini melalui gerakan AI Merdeka yang meliputi Laskar AI, Semesta AI dan AI use case- mendorong lahirnya solusi AI lokal dan menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di era kecerdasan artifisial.
“Kami percaya bahwa perluasan akses terhadap pendidikan AI tidak hanya penting untuk memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga untuk membekali masyarakat luas dengan literasi terkait AI. Dengan adanya Laskar AI, semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat memahami, memanfaatkan, hingga mengembangkan AI secara positif dan mandiri—sebuah langkah krusial menuju ekosistem AI yang inklusif dan inovatif,” tutup Bayu.
Berbagai berita terbaru dan informasi produk unggulan Lintasarta dapat dengan mudah diakses pada akun media sosial Instagram @lintasarta.official dan LinkedIn Lintasarta, serta situs resmi www.lintasarta.net.
Tampilkan Semua
