Bagus Dwipoyono, Direktur Operasi dan Teknik IPCC, menambahkan “Program strategis perusahaan telah berjalan dengan baik, antara lain: standarisasi dan transformasi terminal, re-layout untuk optimalisasi penggunaan lapangan penumpukan dan peningkatan kapasitas terminal, serta digitalisasi sistem operasi melalui implementasi sistem PTOS-C”. Masuknya beragam merek asal Tiongkok, khususnya pada ekosistem kendaraan listrik (EV) nasional, yang diikuti dengan pembangunan pabrik-pabrik di kawasan penyangga Ibu Kota Jakarta, diharapkan dapat mendorong peningkatan arus kargo EV, baik ekspor maupun impor, sehingga memacu pertumbuhan penjualan otomotif dalam negeri pada tahun mendatang. Selain itu, pengembangan strategi bisnis yang berkelanjutan dan memperluas pengelolaan terminal kendaraan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya Indonesia bagian tengah dan timur, dengan harapan terciptanya konektivitas antar terminal. “Konektivitas ini diharapkan mampu menekan biaya logistik melalui proses yang efisien, terintegrasi, serta senantiasa memenuhi harapan para pelanggan dan pengguna jasa,” pungkas Sugeng.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Tampilkan Semua
