JAKARTA, CILACAP.INFO – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, minat masyarakat terhadap layanan distribusi barang menunjukkan tren yang positif. Peningkatan aktivitas tersebut telah terlihat sejak pekan pertama menjelang puasa, khususnya pada pengiriman retail yang didominasi kebutuhan konsumsi serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Layanan pengiriman retail milik KAI Logistik, KALOG Express, mencatat pertumbuhan sebesar 16% dibandingkan rerata harian normal pada periode 18–23 Februari 2026. Dalam enam hari tersebut, volume pengiriman mencapai 62.397 barang atau rata-rata 10.399 barang per hari, melampaui capaian reguler yang berada di kisaran 8.971 barang per hari.
Manager Marketing & Sales Courier KAI Logistik, Ayi Suryandi, mengungkapkan bahwa tren ini sudah mulai terlihat bahkan sebelum hari pertama puasa. “Komoditas yang dikirim didominasi oleh paket retail dengan kontribusi sebesar 89% atau sebanyak 55.796 paket dari total pengiriman. Selain itu, tercatat pengiriman hewan sebanyak 3.541 ekor, 2.133 koli sepeda motor, serta 927 barang lainnya sejumlah. Variasi ini mencerminkan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam selama periode Ramadhan,” jelas Ayi.
Perseroan memproyeksikan pergerakan distribusi akan terus meningkat hingga mendekati puncak arus Lebaran. Aktivitas belanja masyarakat terhadap bahan makanan, busana muslim, kue khas hari raya, serta berbagai kebutuhan lainnya menjadi katalis yang mendorong perputaran logistik nasional sekaligus memperkuat kontribusi sektor UMKM di berbagai wilayah.
Tren pertumbuhan juga selaras pada layanan berbasis digital melalui aplikasi KAI Logistik TRAX yang mencatat kenaikan sekitar 17% dibandingkan pada hari normal. Kehadiran platform ini semakin relevan dengan preferensi pelanggan yang mengutamakan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi, terutama selama menjalankan ibadah puasa.
Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat melakukan pemesanan pengiriman barang tanpa perlu mengunjungi service point. Sistem terintegrasi memungkinkan pengguna mengakses informasi tarif secara real time, menemukan titik layanan terdekat, memanfaatkan fasilitas penjemputan barang, real time tracking mehingga melakukan pembayaran non-tunai. Digitalisasi ini menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin tetap produktif tanpa harus bepergian di tengah aktivitas Ramadan.
Tampilkan Semua

