Bitcoin ke $138K? Prediksi Ini Bikin Investor Siap-Siap Untung Besar!

Bitcoin ke 138K Prediksi Ini Bikin Investor Siap Siap Untung Besar!
Bitcoin ke 138K Prediksi Ini Bikin Investor Siap Siap Untung Besar!

Kenaikan volume transaksi di pasar spot pun menjadi indikator tambahan dari meningkatnya aktivitas pasar. Dalam sepekan terakhir, volume perdagangan spot Bitcoin tercatat melonjak sekitar 50%, mencerminkan minat beli yang meluas. Namun, secara historis, angka ini masih berada di bawah rata-rata volume tahunan—tepatnya 23% lebih rendah dari rata-rata tahunan. Artinya, masih terdapat ruang pertumbuhan yang cukup besar jika momentum ini terus terjaga dalam waktu dekat.

Salah satu metrik yang menjadi perhatian analis adalah Coinbase Premium Index, indikator yang membandingkan harga Bitcoin di bursa Coinbase dengan harga di bursa global lainnya. Saat ini, indeks tersebut menunjukkan tren positif, yang mengindikasikan tekanan beli yang konsisten dari pelaku pasar Amerika Serikat, baik dari sisi investor institusi maupun ritel. Ini menandakan bahwa permintaan domestik terhadap Bitcoin masih tinggi, bahkan di tengah volatilitas pasar yang biasa terjadi dalam fase bullish.

Analis meyakini bahwa tren aliran dana masuk ke ETF spot tidak hanya meningkatkan eksposur investor terhadap Bitcoin, tetapi juga memperkuat legitimasi aset ini sebagai bagian dari portofolio investasi jangka panjang. Fenomena ini juga dapat mempercepat adopsi kripto secara lebih luas di kalangan institusi keuangan tradisional, apalagi jika momentum ini bertahan hingga akhir kuartal.

Dengan berbagai indikator yang bergerak positif, mulai dari inflow besar-besaran ke ETF hingga tekanan beli yang terus datang dari investor AS, prospek jangka pendek Bitcoin tetap kuat. Meskipun pasar tetap rentan terhadap koreksi dalam jangka pendek, aliran modal yang konsisten ke instrumen terkait Bitcoin memberikan dasar yang solid untuk potensi reli lanjutan.

Secara historis, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan pola yang cukup konsisten setiap kali berhasil menembus rekor candle mingguan tertinggi sebelumnya. Dalam beberapa siklus pasar sebelumnya—terutama pada tahun 2017 dan 2020—momen ini biasanya diikuti oleh reli parabolik dalam jangka pendek, dengan lonjakan harga sebesar 10% hingga 15% dalam hitungan hari. Pola ini mencerminkan respons pasar yang cepat terhadap sinyal breakout teknikal, di mana para pelaku pasar, baik ritel maupun institusi, cenderung meningkatkan posisi beli mereka secara agresif setelah level resistance kunci berhasil ditembus.

Dengan mengikuti pola yang sama, para analis memperkirakan bahwa Bitcoin memiliki peluang besar untuk mencapai kisaran harga US$132.000 hingga US$138.000 dalam satu hingga dua minggu ke depan. Target ini dianggap realistis apabila momentum saat ini tetap terjaga, didukung oleh sentimen pasar yang kuat dan aliran modal yang terus masuk, khususnya melalui instrumen ETF spot. Meski demikian, potensi perlambatan momentum juga mulai diperhitungkan, mengingat pasar cenderung mengalami konsolidasi setelah lonjakan tajam seperti ini, sebagaimana terlihat dalam siklus-siklus sebelumnya.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait