“Masyarakat harus diperlengkapi sumberdaya yang tepat untuk bertindak ketika bencana terjadi,” kata Nashin Mahtani, Direktur Yayasan Peta Bencana. “Peta Gotong Royong dibangun di atas tradisi gotong royong yang kuat di kawasan ini dengan menyediakan perangkat digital yang sesuai dengan tantangan abad ke-21.”
Penelitian telah menunjukkan bahwa pada jam-jam dan hari-hari kritis setelah bencana, tindakan yang paling menyelamatkan jiwa dan bantuan langsung datang dari mereka yang sudah berada di lapangan. Namun, sistem tanggap bencana formal seringkali kesulitan untuk mengintegrasikan dan mendukung gotong royong akar rumput secara efektif. Selama bencana, platform media sosial sering kali menjadi pusat penting untuk koordinasi dan berbagi informasi — tetapi banyaknya unggahan dapat dengan cepat menjadi sangat banyak, sehingga sulit untuk memverifikasi kebutuhan, memprioritaskan tanggapan, dan memastikan bahwa bantuan menjangkau mereka yang paling membutuhkannya. Peta Gotong Royong menanggapi tantangan ini dengan menyediakan platform gratis dan terbuka tempat siapapun dapat melaporkan kebutuhan mendesak, menawarkan bantuan, dan mendapatkan bantuan secara langsung — semuanya menggunakan alat yang sudah dikenal seperti WhatsApp dan media sosial lain seperti Telegram dan Facebook Messenger. Platform ini dirancang untuk memanfaatkan kekuatan media sosial—tempat sebagian besar koordinasi respons bencana telah terjadi—dan menyalurkannya ke dalam sistem yang terorganisasi, terstruktur, dan dapat ditindaklanjuti yang dapat digunakan oleh masyarakat dan relawan.
“Pada saat krisis, masyarakat adalah penanggap pertama. Masyarakat perlu mengaktualisasikan semangat gotong-royong melalui dukungan, penggunaan juga lewat PetaBencana.id, tak lain untuk Indonesia bisa lebih tangguh menghadapi bencana. Ancaman risiko di Indonesia sewaktu-waktu bisa terjadi, karena itu dengan adanya data bersama menjadi sumbangsih dan bentuk gotong royong yang unik. Ini merupakan ladang pahala baru melalui Peta Gotong Royong. Mengapa disebut Gotong Royong? Karena tidak ada pemimpinnya, karena kita semua setara dan bekerja bersama untuk mengatasi masalah yang kita hadapi di lingkungan kita. Peluncuran ini menjadi momen penting untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan melalui Peta Gotong Royong dari PetaBencana.id,” kata Bapak Bambang Surya Putra, Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam upaya tanggap bencana.
Senada dengan pernyataan di atas, Indra Kurniawan, Kepala Departemen Manajemen Bencana PMI Bogor 2015–2017 sekaligus penyintas Gempa Sukabumi 2022, menekankan pentingnya kolaborasi dan informasi di lapangan. “Sebagai relawan dan warga masyarakat yang sering turun langsung di lokasi bencana, saya sangat merasakan pentingnya informasi yang cepat dan akurat. Aplikasi ini jadi jembatan buat kita semua—warga, relawan, komunitas, sampai pemerintah—buat saling tahu, saling bantu, dan bergerak bersama,” ungkapnya.
Tampilkan Semua
