Prita Ghozie selaku CEO ZAP Finance menjelaskan “Dalam mengelola keuangan dibagi menjadi tiga, yaitu: living, saving, dan playing. Dimana 50% untuk living, 30% untuk saving dan 20% untuk playing. Besarnya persentase ini mencerminkan kebiasaan keuangan yang sehat atau good money habit. Dengan klasifikasi tersebut, maka akan memudahkan pengelolaan keuangan kita.”
Olivia Louise selaku Certified Financial Planner menyampaikan bahwa setiap investasi pasti akan memiliki potensi timbulnya terjadi risiko yang dikenal sebagai market risk. Oleh karena itu, pentingnya untuk memahami karakteristik instrumen dan menyesuaikannya dengan profil risiko masing-masing.
Sejalan dengan Olivia Louise, Chory Agung Customer Engagement & Market Analyst BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan terdapat 3 instrumen investasi yang paling digemari masyarakat, yaitu: saham, reksadana, dan obligasi. “Jenis pembelian saham dibedakan menjadi 2, yaitu trading dan investing. Dimana investing memerlukan analisa teknikal dan fundamental untuk menilai kinerja dan prospek jangka panjang perusahaan, sedangkan trading lebih fokus pada pergerakan harga jangka pendek untuk meraih keuntungan cepat.” tegas Chory.
Antusiasme masyarakat dalam bertransaksi digital terbukti dari pengguna Raya App yang terus bertumbuh, di Kuartal I/2025, pengguna Raya App tercatat lebih dari 1 juta nasabah. Penggunaan transaksi Raya App yang meningkat 57,1% (yoy) yang mencapai 1,1 juta transaksi. Pertumbuhan digital saving tercatat sebesar Rp1,4 triliun atau tumbuh 55,03% (yoy).
“Sebagai digital attacker BRI Group, semangat kami adalah memberikan akses perbankan yang luas dan relevan bagi masyarakat, sehingga dengan adanya ragam fitur yang ada di Raya App maka pengalaman bertransaksi perbankan digital jadi lebih menyenangkan.” Tegas Ajeng .
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Tampilkan Semua

