Ikon Ibu Kota, Wisma 46 yang Raih Sertifikat Green Building

cilacap info featured
cilacap info featured

Dalam hal ini Verifikator adalah lembaga independen, dalam hal ini, PT Sucofindo yang bertugas melakukan verifikasi dan kesesuaian antara item-item pada Rating Tools dengan kondisi aktual di lapangan.

“Seperti misalnya indeks konsumsi energi kami itu 197 kWh/m2/ tahun, lebih rendah dari SNI yang menerapkan 250 kWH/m2/tahun dan juga terkait konsistensi kami dalam hal perawatan dan pegoperasian peralatan gedung, serta bagaimana pengelolaan sampah dan limbah. Klaim-klaim ini diuji oleh verifikator independen,” jelasnya.

Setelah tim verifikator menyatakan bahwa kondisi aktual di Wisma 46 sudah sesuai dengan yang diklaim, serta memenuhi target yang ditentukan, yaitu Gold, maka tahap selanjutnya adalah penjadwalan sidang oleh para penguji atau assesor.

Berdasarkan hasil sidang yang dilakukan di hadapan para assesor, Wisma 46 dinyatakan layak mendapatkan Sertifikat Greenship Green Building dengan predikat GOLD. Melihat konsistensi dan dukungan penuh dari Manajemen terkait pengelolaan yang berkelanjutan di Wisma 46, dewan penguji yakin dan memberikan tantangan kepada Wisma 46 agar bisa menaikkan predikat dari Gold menjadi Platinum pada resertifikasi berikutnya.

Implementasi Prinsip Green Building

Nazarudin melanjutkan, terdapat sejumlah praktik keberlanjutan yang telah dan terus diterapkan di Wisma 46. Sebagai contoh Implementasi green building yang dilakukan pada beberapa langkah berikut:

Pertama, upaya efisiensi tepat guna dalam hal konsumsi energi. Hal ini dilakukan dengan menggunakan lampu LED, menghemat optimalisasi penggunaan air conditioner (AC) saat gedung tidak digunakan, dan sejumlah inisiatif pola pengoperasian lainnya.

Pengelola juga mengadopsi pendekatan teknologi melalui Energy Monitoring System guna memastikan praktik efisiensi energi dilakukan dengan tepat.

“Kami juga menyadari penghematan tidak hanya terkait teknologi tapi juga ada unsur kebiasaan pengguna. Itu juga kami dorong melalui kampanye-kampanye dan ajakan kepada seluruh pengguna gedung Wisma 46,” tambahnya.

“Selain itu, pada kategori pemanfaatan air hujan, kami memiliki instalasi penangkap air hujan yang bisa digunakan kembali untuk operasional, baik siram taman maupun untuk kebutuhan toilet. Air tersebut rutin dilakukan pengujian kelayakan oleh lembaga independen untuk memastikan kelayakan dan keamanannya bagi manusia maupun lingkungan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, program efisiensi yang dilakukan tidak boleh menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna. Oleh karena itu, pengelola gedung juga memastikan kualitas dan hembusan udara yang baik dan memenuhi standar.

Upaya-upaya tersebut, tegasnya, sejalan dengan keinginan manajemen untuk menyediakan gedung yang layak, ramah bagi penghuni, nyaman dan sehat.
“Kami yakin Wisma 46 tidak hanya menonjol sebagai ikon, tetapi juga mampu menerapkan praktik green building sambil tetap memberikan kenyamanan bagi pengguna,” imbuhnya.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait