“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena keselamatan di perlintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara KAI, kepolisian, pemerintah daerah, serta lembaga terkait lainnya menjadi kunci utama dalam menekan angka kecelakaan yang terjadi di titik-titik perlintasan. Keselamatan bukan hanya untuk perjalanan kereta api, tetapi juga untuk masyarakat pengguna jalan yang melintasi jalur rel,” ujar Franoto.
Di wilayah kerja Daop 4 Semarang sendiri, terdapat 344 perlintasan sebidang, dengan rincian 215 perlintasan telah dijaga dan 129 perlintasan tidak dijaga. Selain itu, terdapat 32 perlintasan tidak sebidang yang terdiri dari 14 titik flyover dan 18 titik underpass.
Terkait insiden kecelakaan, tercatat pada tahun 2024 terjadi 26 kecelakaan di perlintasan sebidang, dan pada tahun 2025 hingga akhir Mei tercatat 11 kejadian kecelakaan.
Meskipun penanganan perlintasan sebidang bukan merupakan tanggung jawab langsung KAI sebagai operator kereta api, namun demi keselamatan perjalanan dan pencegahan kecelakaan, KAI telah melakukan sejumlah upaya proaktif. Di antaranya:
• Penutupan perlintasan sebidang liar secara bertahap,
• Pemasangan spanduk peringatan di perlintasan sebidang rawan, dan
• Sosialisasi keselamatan kepada masyarakat di sekitar jalur rel, termasuk di sekolah-sekolah yang berdekatan dengan jalur rel kereta api.
Pada tahun 2024, KAI Daop 4 Semarang berhasil menutup 18 perlintasan liar, dan sepanjang tahun 2025 hingga akhir Mei telah menutup 13 perlintasan liar. Proses penutupan ini dilakukan secara kolaboratif dengan dukungan pemerintah daerah, dishub dan pihak kepolisian maupun TNI, sebagai bagian dari langkah preventif dalam menciptakan perlintasan yang aman dan tertib.
“Kami berharap sinergi yang telah terbangun ini dapat terus ditingkatkan. KAI siap mendukung dan berkolaborasi dalam setiap upaya yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan keselamatan bersama di perlintasan sebidang. Langkah kecil namun konsisten dari seluruh pihak akan berdampak besar bagi masa depan transportasi yang lebih aman di Indonesia,” tutup Franoto.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Tampilkan Semua
