Ini akan membantu AI memilih gaya bahasa dan sudut pandang yang tepat.
2. Jelaskan Konteks
Beritahu siapa audiensnya, kontennya untuk platform apa, campaign apa, dan seperti apa gaya bahasa yang kamu inginkan.
3. Format Output
Mau hasilnya dalam bentuk paragraf? Listicle? Tabel? Infografik?
Tulis dengan jelas!
4. Berikan Contoh
Kalau kamu punya referensi atau gaya yang disukai, coba lampirkan untuk AI pelajari.
Contoh & Tips Menulis AI Prompt Yang Efektif
Berikut ini beberapa contoh prompt yang bisa langsung kamu pakai atau kembangkan sendiri:
– Untuk Instagram
“Buat 5 caption Instagram untuk brand skincare lokal bertema Hari Ibu, dengan gaya bahasa yang hangat dan menyentuh. Buat maksimal 20 kata per caption.”
– Untuk Email Marketing
“Tuliskan email promosi untuk peluncuran kopi cold brew brand XX. Buat dengan gaya bahasa santai serta personal, awali dengan pertanyaan ringan dan akhiri dengan CTA yang ajak pembaca untuk klik link ke website XX.”
– Untuk Google Ads
“Buat 3 headline iklan Google Ads untuk jasa ekspedisi kilat. Maksimal 30 karakter dengan nada yang mendesak (contoh “promo terbatas!”), dan menggunakan bahasa profesional.”
Lalu, kalau kamu ingin hasil yang diberikan AI lebih relevan & sesuai harapan, coba terapkan tips-tips ini ketika menulis prompt:
– Latihan dari Masalah Nyata
Lagi stuck bikin caption?
Email promosi kurang ngena?
Gunakan isu-isu itu sebagai bahan latihan prompt.
– Tulis Beberapa Versi Prompt
Bandingkan hasil dari satu prompt dengan versi lainnya.
Dari sana, kamu akan bisa tahu struktur mana yang paling efektif dan bisa digunakan jadi template ke depannya.
– Simpan Prompt yang Sudah Terbukti Bagus
Jangan ragu untuk “koleksi” prompt.
Beri label, simpan, dan pakai ulang. Ini akan mempercepat kerja kamu di kemudian hari.
– Gunakan Parameter Spesifik
Sebutkan gaya bahasa, panjang teks, platform distribusi, dan tone komunikasi secara spesifik.
Semakin detail penjelasan kamu, semakin akurat hasil yang akan diberikan.
Kesimpulan
Skill AI prompt engineering adalah bekal baru yang wajib dimiliki oleh kalian yang bergerak di dunia marketing digital.
Dengan menyusun perintah yang tepat, kamu akan bisa menghasilkan ide dan konten yang powerful, cepat, dan relevan—tanpa harus bergantung pada inspirasi.
Dan yang paling penting, kamu tidak perlu jadi seorang programmer untuk bisa menguasainya!
Tampilkan Semua

