“Fasilitas feeder gratis menjadi insentif yang sangat membantu, khususnya bagi penumpang dari wilayah aglomerasi. Ini bagian dari pendekatan inklusif kami dalam mendesain layanan,” ujar Anne.
Di Sumatera Utara, KA Srilelawangsa yang merupakan layanan kereta bandara dari Medan menuju Bandara Internasional Kualanamu melalui Binjai, menunjukkan performa yang sangat positif. Volume penumpangnya meningkat 17,3%, dari 730.510 pada Januari–April 2024 menjadi 857.113 penumpang di periode yang sama tahun ini. KA ini menjadi bukti nyata bahwa konektivitas regional ke bandara tak harus selalu berangkat dari pusat kota, melainkan bisa hadir menyeluruh dari kawasan sekitarnya.
Sementara itu, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta tetap menjadi alternatif yang andal bagi masyarakat Jabodetabek. Selama Januari–April 2025, layanan ini mencatat 705.255 pelanggan, merefleksikan kontribusi penting dalam mereduksi beban lalu lintas darat menuju bandara tersibuk di Indonesia.
Dari keseluruhan performa KA Bandara yang tercatat, dapat disimpulkan bahwa tren penggunaannya terus menguat di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya moda transportasi terintegrasi. KAI tidak hanya menghubungkan titik A ke titik B, tetapi juga menjembatani kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap mobilitas yang adaptif, cerdas, dan berorientasi masa depan.
“Integrasi moda adalah jantung dari sistem transportasi modern dan kereta bandara adalah nadinya. Mengalirkan konektivitas, efisiensi, dan pengalaman perjalanan yang lebih baik untuk semua,” tutup Anne.
Tampilkan Semua
