Wujudkan Dekarbonisasi, Pelindo Solusi Logistik Tanam Mangrove dan Penghijauan

Dokumentasi Pelindo Solusi Logistik Tanam Mangrove dan Penghijauan
Dokumentasi Pelindo Solusi Logistik Tanam Mangrove dan Penghijauan

JAKARTA, CILACAP.INFO – PT Pelindo Solusi Logistik atau (“SPSL”) sebagai subholding BUMN Kepelabuhanan Pelindo terus mendukung upaya global menangani perubahan iklim melalui dekarbonisasi dengan inisiasi mangrove dan penghijauan.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung dua tujuan utama dalam Sustainable Development Goals (SDG’s) yakni Penanganan Perubahan Iklim (Tujuan 13), menekan emisi karbon melalui penyerapan karbon dioksida, dan Pemulihan Ekosistem Daratan (Tujuan 15), melestarikan biodiversitas dan memperbaiki ekosistem yang rusak. Dengan fokus pada kedua tujuan ini, PT Pelindo Solusi Logistik berkomitmen menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

PT Pelindo Solusi Logistik atau (“SPSL”) sebagai subholding BUMN Kepelabuhanan Pelindo terus menunjukan langkah konkret dalam mendukung upaya global menangani perubahan iklim melalui dekarbonisasi dengan inisiasi mangrove dan penghijauan yang telah terwujud sepanjang tahun 2024 di berbagai wilayah kerja perusahaan.

Senior Vice President Sekretariat Perusahaan SPSL, Kiki M. Hikmat, menegaskan bahwa seluruh inisiatif ini merupakan bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, serta sebagai strategi jangka panjang untuk mendukung adanya keberlanjutan lingkungan.

“Kami menyadari bahwa sektor logistik memiliki tanggung jawab dan peran besar dalam mendukung dekarbonisasi untuk mewujudkan keberlanjutan. Program rehabilitasi mangrove dan penghijauan ini adalah salah satu upaya kami untuk mengurangi emisi karbon dan mendukung target pemerintah mencapai net zero emission pada 2060,” ujar Kiki.

Pada tahun 2024, melalui program Pelindo Lestari perusahaan melakukan rehabilitasi mangrove seluas 10 hektar di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Rehabilitasi ini menggunakan bibit Rhizophora SP dengan pola sylvofishery sebanyak 1.600 batang per hektar. Selain mendukung penghijauan dan mitigasi perubahan iklim, program ini juga meningkatkan tolok ukur penilaian Green Port.

Perusahaan juga melaksanakan penyulaman mangrove tahun pertama (P1) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Sebanyak 8.000 bibit Rhizophora SP ditanam pada lahan seluas 10 hektar sebagai penyulaman 20% dari bibit yang ditanam pada tahun pertama (P0). Sementara itu, penyulaman tahun kedua (P2) dilaksanakan di Pantai Mangkang Wetan, Kota Semarang, dengan penanaman 2.510 bibit mangrove jenis Rhizophora SP dan Bruguierra pada lahan seluas 2 hektar sebagai bagian dari lanjutan penanaman awal tahun pertama (P0). Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat keberlangsungan hutan mangrove di wilayah tersebut dan mendukung pencapaian Green Port.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait