“Saya mungkin mulai bisnis dari 3 juta saja, tapi saya punya blueprint. Saya punya tujuan setahun 10 cabang, 5 tahun 100 cabang, jadi saya tahu harus berbuat seperti apa. Kita harus berani berkhayal. Bisnis sukses yang kita lihat hari ini mulanya juga khayalan. Tapi, menghayal saja tidak cukup. Harus berani melangkah, sekecil apapun.” jelas Rangga penuh semangat.
Komunitas yang Menyokong Perjalanan
Dari pengalaman jatuh bangun itu, lahirlah Kuliner Mastery—sebuah komunitas pelaku bisnis kuliner yang kini memiliki lebih dari 2.400 member di seluruh Indonesia.
Komunitas ini hadir sebagai teman seperjalanan untuk pelaku bisnis kuliner Indonesia, karena menurut Rangga, “Perjalanan bisnis kuliner itu panjang dan sepi. Kalau sendirian, rasanya seperti uji nyali, seram dan sendirian,” jelasnya.
Berbagai cerita sukses pun lahir dari komunitas ini. Rozak, misalnya, dari yang awalnya hanya memiliki 5 karyawan kini memiliki 80 karyawan dan 3 cabang rumah makan setelah bergabung dengan Kuliner Mastery.
Ada pula Pegi, pemilik Pawon Sambal Kenthir. Setelah sempat ragu berkali-kali untuk membuka bisnis kulinernya, Pegi akhirnya memberanikan diri untuk memulai langkahnya setelah diyakinkan oleh Rangga Umara dan member Kuliner Mastery lainnya.
Belum habis ragunya, ketika H-1 Grand Opening, seketika seluruh karyawannya memutuskan untuk resign mengikuti jejak manajer restoran yang keluar dari restoran. Akan tetapi, berkat dukungan Rangga Umara dan komunitas, ia tetap melaksanakan Grand Opening tersebut. Member Kuliner Mastery secara solid mengirimkan bantuan pinjaman karyawan bahkan turun tangan secara langsung langsung untuk membantu Pegi dalam acara Grand Opening-nya.
Komunitas ini, bagi Rangga, adalah ruang untuk tumbuh dan menginspirasi satu sama lain. Bukan sekadar tempat bertanya, tapi tempat berbagi solusi nyata.
“Rezeki itu nggak akan tertukar. Yang penting kita punya tujuan masing-masing. Justru dengan berbagi, kita tumbuh bareng. Siapa teman seperjalanan kita hari ini akan menentukan kita ada di mana lima tahun lagi.” jelasnya.
Itulah mengapa Rangga terus membuka diri, belajar dari mereka yang lebih hebat, dan berbagi kepada mereka yang baru melangkah. Karena dalam hidup, kita semua sedang dalam perjalanan. Dan perjalanan itu akan lebih ringan jika dijalani bersama.
Dari Mangga Besar ke Malaysia
Kesuksesan Lele Lela tidak berhenti di Indonesia. Suatu hari, rombongan golfer dari Malaysia mencoba Lele Lela di salah satu cabang di Mangga Besar. Tak disangka, rombongan ini menyukai produk Lele Lela dan menawarkan pembukaan cabang di negeri jiran.
Tampilkan Semua

