Arfiana Maulina, Pejuang SNHL yang Menjadi Suara Air Bersih di Indonesia

Ilustrasi Berita (Sumber: Yayasan Tirta Artha Asri)
Ilustrasi Berita (Sumber: Yayasan Tirta Artha Asri)

Selama masa pemulihan, Arfiana harus menjalani 20 sesi terapi hiperbarik serta mengonsumsi methylprednisolone, obat steroid yang membawa berbagai efek samping berat. Mulai dari perubahan berat badan, jerawat parah, hingga kelelahan fisik dan mental yang terus-menerus dirasakannya. Meski begitu, Arfiana memilih bertahan dan perlahan kembali bangkit.

“Setiap hari rasanya seperti melawan tubuh sendiri, tapi di tengah proses itu, aku justru menemukan kembali makna perjuanganku lewat WateryNation,” ungkap Arfiana.

Dari Gerakan Remaja Hingga Menjadi Yayasan Resmi

WateryNation lahir dari keresahan pribadi Arfiana saat ia berusia 16 tahun. Melihat krisis air bersih di lingkungannya, ia mengajak teman-temannya membentuk gerakan anak muda yang fokus pada edukasi air bersih dan gaya hidup berkelanjutan. Meski sempat diremehkan, Arfiana terus melangkah hingga akhirnya, pada tahun 2024, WateryNation resmi berbadan hukum sebagai Yayasan Tirta Artha Asri.

Kini, WateryNation terus berkembang dengan menggelar program edukasi air bersih di sekolah-sekolah, membina relawan muda peduli air, serta menjalankan kampanye kreatif seperti penggunaan lerak sebagai deterjen alami untuk mengurangi pencemaran air di Indonesia.

Berjejaring dan Memperkenalkan Lerak di Panggung Global

Di tahun 2025, Arfiana tidak hanya membawa nama WateryNation ke panggung dunia sebagai Climate Ambassador GYCN Y2Y – The World Bank Group, tetapi juga memperkenalkan WateryNation dan Alira Alura sebagai exhibitor di APFSD Youth Forum 2025 di Bangkok.

Di depan lebih dari 549 peserta muda dari 24 negara, Arfiana mempresentasikan bagaimana WateryNation Foundation dan Alira Alura berkolaborasi menciptakan dampak berkelanjutan. Ia berbicara langsung di hadapan para tamu kehormatan, di antaranya: Christophe Bahuet – Deputy Regional Director for Asia and the Pacific & UNDP Director of the Bangkok Regional Hub. Per Linnér – Deputy Head of Development Cooperation for Asia and the Pacific, Embassy of Sweden

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait