Senada dengan Arto dan Wendy, Pendiri BenihBaik.com, Andy F. Noya, menyampaikan pesan mendalam terkait sisi humanis dari aksi kolaboratif ini. “Ketika membaca angka statistik abrasi atau perubahan iklim, kita kerap merasa itu jauh. Namun bagi warga Timbulsloko, itu adalah kenyataan pahit harian. Di balik tantangan renang ekstrem ini, ada nilai kemanusiaan yang sangat menyentuh. Perempuan nelayan di sana tidak meminta belas kasihan; mereka adalah sosok-sosok tangguh yang membutuhkan fasilitas dan dukungan nyata agar bisa berdiri di atas kaki sendiri. Tugas kita adalah memastikan perjuangan mereka tidak berlangsung sendirian,” ungkap Andy.
Menanggapi ide Xtreme Impact 2026 ini, Ketua Perkumpulan Perempuan Nelayan Puspita Bahari Demak, Masnu’ah, menyambut penuh haru aksi kepedulian yang ditujukan untuk desanya. Dia membagikan kenyataan pahit mengenai dampak krisis iklim yang menenggelamkan ruang hidup mereka serta bagaimana warga bertahan dengan solidaritas. “Dulu daratan itu dulu sawah terbentang luas, kebun, ladang, banyak pohon kelapa, padi. Tapi sekarang itu berbeda. Anak-anak saja kehilangan tempat bermain. Akses itu semua hilang, mata pencaharian itu semua hilang. Mereka bertahan secara terhormat, berjuang dengan solidaritas, gotong royong yang luar biasa. Karena prinsip kami, kami terus menjaga kehidupan laut kami. Bagi kami laut adalah ibu yang di mana mungkin tidak hari ini perjuangan kami membuahkan hasil, tapi 10 20 tahun ke depan kami masih tetap bisa mewariskan laut itu untuk anak cucu kami.”
Selain aksi renang Selat Madura dan penggalangan dana pembangunan pesisir, gerakan Xtreme Impact 2026—yang digerakkan oleh Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius (CC92) dalam rangkaian 100 Tahun Kolese Kanisius—juga merangkai aksi medis berupa Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis bagi hingga 150 pasien prasejahtera di lingkungan Koarmada II TNI AL Surabaya. Ketua Perkumpulan Alumni Kolese Kanisius Jakarta (PAKKJ), James W. Prakarsa, mengatakan, “Perayaan 100 tahun Kolese Kanisius ini kami tidak ingin hanya dengan senang-senang, tapi juga kita memberikan dampak.”
Didasari oleh tingginya angka penderita buta katarak di Provinsi Jawa Timur yang terkonfirmasi oleh data Perdami, Erha Clinic turut berkomitmen mendukung kegiatan ini dengan menyelenggarakan operasi katarak gratis berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut di KRI dr. Soeharso. “Aksi sosial ini diharapkan tidak hanya dapat mengurangi prevalensi buta katarak di Jawa Timur, tetapi juga memberikan pengalaman baru bagi masyarakat serta mendekatkan mereka dengan TNI AL,” kata Bayu Aji perwakilan Erha Clinic.
Tampilkan Semua
